SAMPIT – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Multazam, membenarkan adanya fenomena hujan es yang terjadi di kawasan permukiman PT BSP Terantang Estate, yang mencakup wilayah Cempaga dan Seranau pada Jumat sore, 10 Oktober 2025.
“Terjadi sekitar pukul 16.20 WIB. Hujan disertai es batu berukuran sekitar 2–3 sentimeter dengan intensitas deras, berlangsung kurang lebih satu jam di area permukiman PT BSP Terantang Estate,” ujar Multazam.
Sementara itu, Prakirawan Cuaca dari Stasiun BMKG Bandara H Asan Sampit Nadine Ayasha, menjelaskan bahwa fenomena tersebut terdeteksi dari pantauan citra satelit dan radar cuaca.
“Berdasarkan pantauan citra satelit pukul 15.00–16.00 WIB, terdapat pertumbuhan awan cumulonimbus di sekitar wilayah Cempaga. Peristiwa ini juga didukung oleh faktor lokal wilayah tersebut,” terang Nadine.
Ia menambahkan, dari pantauan citra radar juga terlihat bahwa peristiwa hujan es ini bersifat sangat lokal, karena pertumbuhan awan signifikan di Kotim sore itu hanya terjadi di sekitar Cempaga.
Video hujan es tersebut sebelumnya viral di sejumlah grup WhatsApp dan media sosial.
Dalam rekaman tampak butiran es berukuran seperti batu kerikil jatuh bersamaan dengan hujan deras di kawasan perkebunan PT BSP Terantang Estate.
(Nardi)












