SAMPIT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menghadirkan makanan sehat bagi pelajar, tetapi juga menghidupkan denyut ekonomi masyarakat. Hal itu ditegaskan Ketua DPC Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Azharul Hadi, yang menilai program ini berhasil menciptakan efek ganda bagi warga.
Menurut Azhar, konsep program yang berlandaskan semangat “dari rakyat untuk rakyat” terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi lokal. Ia mengungkapkan, lebih dari 80 persen manfaat program MBG kembali ke masyarakat, mulai dari pelaku usaha katering, penyedia bahan pangan, hingga siswa yang menjadi penerima manfaat.
“Program Makan Bergizi Gratis ini benar-benar kembali ke rakyat. Hampir 80 persen lebih penerima manfaatnya adalah masyarakat sendiri. Mulai dari penyedia bahan, pengelola katering, hingga siswa yang menikmati hasilnya,” ujar Azhar, Jumat (10/10/2025).
Azhar menjelaskan, keberadaan program MBG juga telah menggerakkan ekonomi rakyat kecil, karena sebagian besar bahan pangan dan tenaga kerja berasal dari pelaku usaha lokal. Hal ini sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi daerah.
“Program ini membuka peluang bagi pelaku usaha lokal dan UMKM untuk ikut berperan. Jadi bukan hanya menyehatkan anak-anak, tapi juga menumbuhkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, APJI Kotim siap terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.
“Kami mendukung penuh agar program ini berkelanjutan dan semakin optimal. Karena manfaatnya sudah terbukti nyata di masyarakat,” pungkasnya. (BS-1)












