PANGKALAN BUN – Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berhasil meraih Juara 1 kategori Jajaran Dinas pada acara Pawai Nasi Adab 2025 yang digelar pada Selasa lalu di halaman Rujab Bupati setempat.
Prestasi ini berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kobar Nomor 688 Tahun 2025 Tentang Pemenang Lomba Pawai Nasi Adab Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2025.
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Kobar ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), dan elemen masyarakat lainnya mulai dari perangkat pelajar, perbankan, dan organisasi komunitas budaya.
Dalam Pawai Nasi Adab tahun ini, Setda Kobar berhasil meraih juara 1, lantaran mengusung tema “Babarasih Banua dan Mehampar Wadai”, yang terinspirasi dari salah satu upacara adat masyarakat Kobar.
Tema ini mengangkat makna filosofi membersihkan negeri, sebagai simbol tolak bala untuk memohon keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Prosesi adat tersebut biasanya ditandai dengan pelarungan miniatur kapal berisi sesaji ke muara Sungai Kumai, sebagai simbol pelepasan segala halangan dan marabahaya agar terbawa jauh ke lautan, sehingga negeri kembali bersih, damai, dan sejahtera.

Sekretaris Daerah Rody Iskandar, menyampaikan melalui penampilan ini, Setda Kobar berupaya menghadirkan makna spiritual dan sosial dari tradisi leluhur dalam bentuk yang kreatif dan edukatif.
Dekorasi khas, kostum tradisional, hingga miniatur prosesi adat disajikan secara harmonis dalam barisan pawai yang menarik perhatian masyarakat di sepanjang rute.
“Melalui Babarasih Banua dan Mehampar Wadai, kami ingin mengangkat kembali pesan luhur dari para pendahulu bahwa kesejahteraan dan keselamatan hanya dapat tercapai dengan rasa syukur, doa bersama, serta gotong royong dalam menjaga persatuan,” kata Rody.
Kemenangan ini, lanjut Rody menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas dan kerja sama seluruh tim Setda dalam mengangkat kekayaan budaya lokal serta memperkuat semangat pelestarian tradisi di tengah masyarakat modern. (man)












