PALANGKA RAYA – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menyoroti ketimpangan pelayanan pendidikan dan kesehatan di sejumlah daerah terpencil. Pemerintah provinsi diminta memastikan pemerataan tenaga guru dan tenaga medis hingga ke wilayah pedalaman, pesisir, dan perbatasan.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Fraksi Partai Gerindra DPRD Kalteng, Helmi, saat membacakan pandangan umum fraksi terhadap nota keuangan dan Rancangan APBD 2026 dalam Rapat Paripurna ke-4, Selasa, 14 Oktober 2025.
Dalam pandangannya, Fraksi Gerindra menilai pemerataan pelayanan dasar menjadi kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalteng.
“Pemerintah perlu memastikan ketersediaan tenaga pendidik dan tenaga medis yang memadai, khususnya di wilayah pedalaman, pesisir, dan perbatasan,” ujar Helmi.
Ia menambahkan, dukungan terhadap program beasiswa, peningkatan kualitas guru, serta penyediaan sarana belajar harus terus dilanjutkan. Sementara di sektor kesehatan, Gerindra mendorong penguatan layanan puskesmas, rumah sakit daerah, dan program kesehatan masyarakat.
“Penguatan layanan puskesmas, rumah sakit daerah, serta program kesehatan masyarakat harus tetap menjadi perhatian utama,” katanya.
Selain itu, Fraksi Gerindra menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur. Masih banyak jalan provinsi, jembatan, dan sarana penghubung yang rusak dan perlu segera diperbaiki agar arus logistik, perdagangan, dan mobilitas warga berjalan lancar.
“Fraksi Gerindra berharap agar perencanaan infrastruktur dilakukan secara matang, berorientasi pada manfaat jangka panjang, dan tepat sasaran,” ujar Helmi.
(Syauqi)












