PALANGKA RAYA – Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Sunarti, menegaskan pentingnya pembentukan karakter dan penguatan nilai dasar bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Pesan tersebut disampaikan Sunarti saat menutup Kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II Angkatan III dan IV serta Golongan III Angkatan XI, XII, XIII, XIV, dan XV Tahun 2025, yang digelar di halaman Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalteng, Jumat, 17 Oktober 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh 287 peserta CPNS dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam sambutannya, Sunarti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Latsar, termasuk instansi pengirim peserta.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Pelatihan dasar bukan sekadar formalitas, tetapi fondasi penting dalam membentuk ASN yang tangguh, berakhlak, dan siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujar Sunarti.
Lebih lanjut, Sunarti menegaskan bahwa tujuan utama pelatihan dasar adalah membangun karakter, kompetensi, serta profesionalisme ASN yang mampu menjawab tantangan zaman dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas.
Menurutnya, transformasi ASN saat ini harus sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, yang menekankan kinerja tinggi dan perilaku kerja sesuai dengan nilai dasar BerAKHLAK yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
“Nilai BerAKHLAK dan semangat kebanggaan dalam melayani bangsa menjadi gerbang penguatan budaya kerja. Semakin kuat budaya kerja, semakin tinggi produktivitas yang diberikan pegawai,” jelasnya.
Sunarti menekankan bahwa ASN bukan hanya pelaksana administrasi, melainkan motor penggerak reformasi birokrasi yang harus menunjukkan sikap profesional, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta netral dari pengaruh politik.
“Masyarakat menilai pemerintah dari pelayanan yang mereka terima. Karena itu, ASN harus menjadi wajah birokrasi yang memberikan kepuasan kepada publik melalui pelayanan yang berkualitas, cepat, dan profesional,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pelatihan dan pembinaan berkelanjutan bagi ASN agar mampu beradaptasi dengan perubahan, terutama di era digital dan modernisasi birokrasi. Pelatihan dasar, kata Sunarti, menjadi bagian dari proses pembentukan ASN yang berintegritas dan menjadi perekat persatuan bangsa.
“Melalui pelatihan ini, para ASN tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga wawasan kebangsaan, nilai moral, dan tanggung jawab sosial sebagai pelayan publik,” tambahnya.
Sunarti berharap, seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dapat menerapkan nilai-nilai yang diperoleh di tempat kerja masing-masing. Ia juga mendorong para ASN muda untuk menjadi agen perubahan di lingkungan instansinya.
“ASN Kalimantan Tengah harus menjadi teladan, menunjukkan loyalitas dan semangat kolaboratif untuk mewujudkan Kalteng yang BERKAH Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah, dan Harmonis,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Sunarti berpesan agar seluruh peserta tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kompetensi diri demi pelayanan publik yang lebih baik.
“Pelatihan dasar bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Jadilah ASN yang berkarakter, berintegritas, dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
(Sya'ban)












