PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini kanker dan penerapan gaya hidup sehat sebagai langkah nyata menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Jalan Sehat Bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kalimantan Tengah dalam rangka memperingati Hari Kanker Payudara Sedunia, yang dipusatkan di Bundaran Besar Talawang, Palangka Raya, Minggu, 19 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan bahwa peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum penting untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan.
“Peringatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi ajakan nyata agar kita semua lebih sadar akan pentingnya deteksi dini kanker payudara. Dengan penanganan sejak awal, peluang kesembuhan sangat besar,” ujar Agustiar.
Ia juga menekankan bahwa gaya hidup sehat harus menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Menurutnya, olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi, dan pemeriksaan kesehatan rutin adalah langkah sederhana namun efektif untuk mencegah berbagai penyakit kronis, termasuk kanker.
“Mulailah dari hal kecil rutin bergerak, menjaga pola makan, dan periksa kesehatan secara berkala. Itu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan keluarga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkolaborasi dalam kegiatan ini, terutama Tim Penggerak PKK Provinsi Kalteng, Yayasan Kanker Indonesia Kalteng, serta seluruh masyarakat yang hadir dengan antusias.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar dan semakin memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat,” ungkapnya.
Gubernur juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus digalakkan di berbagai kabupaten dan kota di Kalteng agar semangat hidup sehat dan kepedulian terhadap pencegahan kanker semakin meluas hingga ke pelosok daerah.
“Semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti di Palangka Raya saja, tapi bisa menjadi gerakan bersama di seluruh wilayah Kalimantan Tengah,” pungkas Agustiar.
(Sya'ban)












