PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.
Kondisi hujan yang turun tidak teratur dinilai menjadi faktor utama meningkatnya populasi nyamuk Aedes aegypti, penyebab penyakit mematikan tersebut.
Kepala Dinkes Provinsi Kalteng, Suyuti Syamsul, mengatakan pola hujan yang tidak stabil saat ini membuat banyak genangan air bertahan lebih lama, sehingga menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Ia menilai masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dengan rutin membersihkan lingkungan tempat tinggal.
“Sekarang ini hujan turun kadang ada, kadang tidak. Kondisi seperti itu justru paling berbahaya karena memicu banyak genangan air yang menjadi sarang nyamuk DBD,” ujar Suyuti di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Senin, 20 Oktober 2025.
Suyuti menjelaskan, meski angka kematian akibat DBD di Kalteng masih tergolong rendah, kewaspadaan masyarakat tidak boleh berkurang.
Berdasarkan data Dinkes, sepanjang tahun 2025 sudah ada empat korban jiwa akibat penyakit tersebut, yang sebagian besar adalah anak-anak usia sekolah.
“Anak-anak masih menjadi kelompok paling rentan terhadap DBD. Karena itu, peran keluarga sangat penting untuk memastikan lingkungan sekitar tetap bersih,” tegasnya.
Lebih lanjut, Suyuti menjelaskan bahwa DBD dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani sejak dini. Virus dengue menyebabkan kebocoran pada pembuluh darah yang bisa menimbulkan perdarahan pada organ tubuh dan mengakibatkan kematian.
“Begitu virus masuk, permeabilitas pembuluh darah meningkat, cairan bisa keluar ke jaringan tubuh. Kalau sudah begitu, risiko kematian jadi tinggi,” jelasnya.
Karena itu, Dinkes Kalteng mengimbau masyarakat untuk kembali menerapkan gerakan 3M Plus, Menguras, Menutup, dan Mengubur tempat-tempat penampungan air, serta menaburkan larvasida dan menggunakan kelambu saat tidur.
“Langkah sederhana seperti menutup tempat air dan membersihkan lingkungan bisa menyelamatkan nyawa. Hampir semua penyakit menular bisa dicegah dengan pola hidup bersih,” kata Suyuti.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah meminta seluruh kabupaten/kota di Kalteng untuk meningkatkan upaya pencegahan melalui kegiatan fogging fokus, penyuluhan kesehatan, serta pemantauan jentik nyamuk di daerah rawan.
“Kita harapkan pemerintah daerah dan masyarakat bisa bergerak bersama. Pencegahan jauh lebih mudah dan murah dibanding pengobatan,” pungkasnya.
(Sya'ban)












