DPRD Kotim Desak Pertamina Perketat Pengawasan SPBU untuk Berantas Pelangsir

NARDI/BERITASAMPIT - Anggota DPRD Kotim Hendra Sia.

SAMPIT – Anggota Komisi II DPRD (Kotim), Hendra Sia, mendesak Pertamina agar memperketat pengawasan terhadap seluruh SPBU di wilayah Kotim.

Desakan ini disampaikan menyusul viralnya video dugaan pelangsir BBM bersubsidi di salah satu SPBU di Sampit yang menuai sorotan publik.

Menurut Hendra, praktik seperti dalam video tersebut jelas mencoreng sistem distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya tepat sasaran. Ia menilai pengawasan masih lemah sehingga membuka peluang bagi oknum pelangsir untuk beraksi di lapangan.

“Pertamina harus menindak tegas SPBU yang lalai atau diduga membiarkan praktik pengisian berulang seperti itu. Pengawasan harus diperketat agar penyaluran BBM bersubsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak,” tegasnya, Jumat 24 Oktober 2025.

Politisi Perindo asal Dapil 5 ini juga mengingatkan bahwa lemahnya pengawasan tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga berpotensi menimbulkan keresahan dan antrean panjang di SPBU. Karena itu, ia meminta aparat terkait ikut turun melakukan pemantauan langsung di lapangan.

“Kalau dibiarkan terus, masyarakat akan makin tidak percaya terhadap sistem pembelian BBM bersubsidi. Ini harus jadi perhatian serius semua pihak,” tegas Hendra.

Diberitakan sebelumnnya dugaan praktik pelangsiran BBM bersubsidi di salah satu SPBU di Sampit, Kabupaten Kotim mencuat usai viralnya video pengendara motor yang mengisi Pertalite hingga tiga kali dalam satu kunjungan. Namun, pihak Pertamina Sampit justru memilih bungkam saat dimintai konfirmasi mengenai kejadian tersebut.

Pengawas operasional Depot Pertamina Sampit saat dikonfirmasi hanya menanggapi singkat. “Kalau terkait SPBU, bisa konfirmasi ke fungsi retail ya, di SBM-nya,” ujarnya, Rabu 22 Oktober 2025.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi terpisah, Sales Branch Manager (SBM) Retail Pertamina Sampit juga bungkam belum menanggapi pertanyaan soal isu pelangsir yang diduga semakin marak dan sulit dikendalikan.

Masyarakat pun bereaksi keras. Salah satu warga Sampit, Muldi, menilai lemahnya pengawasan Pertamina membuat praktik pengisian berulang seperti itu kian menjadi-jadi.

“Masyarakat jadi bertanya, di mana fungsi pengawasan Pertamina selama ini? Sudah sering kejadian seperti ini, tapi seolah dibiarkan. Sangat disayangkan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Menurut Muldi, seperti yang terlihat dalam video tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia mengaku pernah melihat langsung pengendara yang bisa mengisi Pertalite berkali-kali tanpa hambatan, sementara masyarakat biasa dibatasi maksimal Rp50.000.
(Nardi)

baca juga ...  DPRD Kotim Usulkan Perbaikan Drainase Jalan Muchran Ali Sampit
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!