PALANGKA RAYA – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Aisyah Thisia Agustiar Sabran, mengajak seluruh jajaran organisasi perempuan di daerah untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun keluarga yang tangguh, sejahtera, dan berdaya saing.
Pesan itu disampaikannya dalam sambutan pada pelantikan Maya Savitri Shalahuddin sebagai Ketua TP PKK, TP Posyandu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Bunda PAUD, Bunda Literasi, serta Bunda Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Barito Utara Tahun 2025 yang di gelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa, 28 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Aisyah menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh peran aktif perempuan dalam berbagai sektor kehidupan. Ia menilai, PKK dan organisasi perempuan lainnya memiliki kekuatan besar dalam menggerakkan perubahan sosial di tingkat akar rumput.
“Kita harus bergerak bersama. TP PKK, TP Posyandu, dan Dekranasda adalah mitra penting pemerintah daerah dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang berdaya, maju, dan bermartabat,” ujar Aisyah.
Aisyah menekankan bahwa perempuan memiliki kemampuan strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga baik secara ekonomi, sosial, maupun pendidikan. Oleh karena itu, ia berpesan agar para pemimpin organisasi perempuan dapat menjadi teladan dan penggerak di lingkungannya masing-masing.
“Ketua TP PKK dan organisasi mitra harus mampu menginspirasi dan menggerakkan masyarakat. Jadilah pemimpin yang dekat dengan rakyat, memahami kebutuhan mereka, dan hadir memberikan solusi,” pesannya.
Selain itu, Aisyah juga menyoroti pentingnya transformasi Posyandu menjadi Posyandu Prima dengan layanan yang lebih luas dan profesional, sesuai enam Standar Pelayanan Minimal. Posyandu, katanya, bukan hanya tempat penimbangan balita, tetapi juga pusat edukasi dan kesehatan keluarga.
“Posyandu saat ini harus menjadi pusat layanan masyarakat, terutama dalam hal kesehatan, gizi, dan edukasi keluarga. Kader Posyandu harus kita perkuat dan kita latih agar benar-benar siap melayani,” jelasnya.
Dalam bidang ekonomi kreatif, Aisyah mendorong Dekranasda untuk aktif menciptakan produk unggulan daerah yang berbasis kearifan lokal dan mampu menembus pasar nasional hingga global.
“Dekranasda bukan sekadar wadah kerajinan, tapi pendorong ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Kita punya potensi besar dari tangan-tangan kreatif perempuan Kalteng yang harus terus dikembangkan,” ungkapnya.
Sementara itu, peran Bunda PAUD, Bunda Literasi, dan Bunda Forum Anak Daerah juga mendapat perhatian khusus dari Aisyah. Ia menilai, figur-figur ini memegang peranan penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing tinggi.
“Kita ingin anak-anak tumbuh di lingkungan yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Maka Bunda PAUD, Bunda Literasi, dan Bunda FAD harus hadir sebagai figur inspiratif di tengah masyarakat,” katanya.
Aisyah menutup sambutannya dengan menyerukan semangat kolaborasi dan kebersamaan antarorganisasi perempuan di Kalimantan Tengah untuk menjadi kekuatan moral dan sosial dalam membangun daerah.
“Kita semua adalah bagian dari solusi. Perempuan memiliki kekuatan luar biasa untuk menggerakkan perubahan. Mari bersama-sama kita wujudkan Kalimantan Tengah yang berdaya, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.
(Sya'ban)












