Kalteng Catat Jalan Rusak Terpanjang di Indonesia, Wagub Soroti Truk ODOL sebagai Biang Kerok

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Wakil Gubernur , H. Edy Pratowo, saat diwawancarai awak media di Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 29 Oktober 2025.

– Kondisi infrastruktur jalan di Provinsi (Kalteng) tengah menjadi sorotan. Berdasarkan Data Kondisi Jalan 2025 milik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), provinsi ini tercatat memiliki jalan rusak terpanjang di Indonesia, mencapai 191,56 kilometer.

Ruas jalan yang rusak tersebar di berbagai wilayah dan termasuk dalam kategori rusak ringan hingga rusak berat. Kerusakan tersebut terjadi pada jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, menyebut salah satu penyebab utama kerusakan jalan di daerahnya adalah maraknya kendaraan over dimension over loading (ODOL) yang kerap melintas di jalur utama tanpa pengawasan ketat.

“Truk ODOL ini penyumbang terbesar kerusakan jalan. Kami sudah meminta agar pengawasan diperketat dan angkutan semacam itu tidak lagi melintas di jalur yang tidak sesuai kapasitasnya,” ujar Edy saat ditemui di Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 29 Oktober 2025.

Edy juga mengingatkan perusahaan angkutan di wilayah Kalteng agar mematuhi aturan registrasi kendaraan dengan menggunakan plat nomor KH. Menurutnya, banyak truk ODOL yang berasal dari luar daerah sehingga sulit dipantau.

“Kalau kendaraan pakai plat luar, kami susah awasi. Kalau semuanya pakai plat KH, kami bisa pantau langsung di lapangan,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kalteng, lanjut Edy, sudah berkoordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan (BPJN) dan Kementerian PU untuk menangani sejumlah titik jalan rusak.

Ia menyebutkan, pemerintah pusat telah menyiapkan dana sebesar Rp175 triliun untuk sektor infrastruktur yang diharapkan juga dapat digunakan memperbaiki ruas jalan di Kalteng.

“Walaupun jalan jadi wewenang balai, kami tetap mendorong agar Kalteng mendapat porsi perbaikan yang memadai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Juni Gultom, menegaskan kondisi jalan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi relatif baik.

“Kemantapan jalan provinsi mencapai 87 persen. Jadi data yang menyebut Kalteng punya jalan rusak terpanjang itu hanya untuk jalan , bukan jalan provinsi,” ujar Juni di Kantor Gubernur Kalteng, Selasa, 28 Oktober 2025.

Ia menambahkan, Kalteng memiliki total jaringan jalan sekitar 17.000 kilometer, termasuk yang dikelola pemerintah kabupaten/kota. Meski demikian, masih terdapat missing link sepanjang 191 kilometer yang menjadi fokus perbaikan, terutama di jalur poros tengah.

“Wilayah kita luas, aktivitas kendaraan berat juga tinggi. Itu sebabnya pemeliharaan jalan harus terus ditingkatkan, termasuk pengawasan terhadap kendaraan ODOL,” jelasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  PGRI Kalteng Dorong Gubernur dan Wagub Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Guru
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!