PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Leonard S. Ampung, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan serta memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikannya pada Entry Meeting dan Wawancara Uji Petik Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang digelar di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Senin, 3 November 2025.
Dalam paparannya, Leonard menjelaskan bahwa pembangunan daerah kini menghadapi dinamika baru pasca transisi kepemimpinan hasil Pemilu dan Pilkada. Kondisi ini menuntut adanya penyelarasan antara dokumen perencanaan nasional dan daerah, mulai dari RPJPN dan RPJPD, RPJMN dan RPJMD, hingga RKP dan RKPD.
“Transisi kepemimpinan membawa dinamika baru dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Hal ini membuka peluang untuk lebih menyelaraskan arah kebijakan pusat dan daerah agar pembangunan berjalan sinergis,” ujarnya.
Leonard juga menyoroti tantangan akibat pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang berdampak pada ruang fiskal pemerintah provinsi. Menurutnya, kondisi ini menuntut perencanaan yang lebih efektif, kolaboratif, dan inovatif.
“Dengan keterbatasan TKD, daerah harus mampu mengoptimalkan potensi anggaran yang ada melalui sinergi program lintas sektor dan kolaborasi antar-lembaga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Leonard menekankan bahwa monitoring dan evaluasi (monev) merupakan bagian strategis dari siklus pembangunan daerah. Melalui monev yang baik, pemerintah dapat menjamin kualitas, ketepatan sasaran, dan percepatan pelaksanaan program pembangunan.
Dalam konteks ketahanan pangan, Pemprov Kalteng terus berupaya memperkuat sinergi lintas sektor, baik dengan kementerian terkait maupun pemerintah kabupaten/kota. Program prioritas seperti Food Estate, Cetak Sawah Baru, dan Optimalisasi Lahan menjadi bagian dari strategi menjaga ketersediaan pangan di tingkat regional.
Selain itu, pemerintah daerah juga menggandeng mitra strategis seperti BULOG, ID FOOD, BUMD Pangan, distributor, serta kelompok tani dan peternak lokal untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga stabilitas harga dan pasokan. Untuk itu, kolaborasi dengan semua pihak harus terus diperkuat,” kata Leonard.
(Sya'ban)












