PALANGKA RAYA – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Herson B. Aden, mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk memperkuat semangat kebangsaan dan menjaga nilai-nilai demokrasi di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang kian pesat.
Ajakan tersebut disampaikan Herson saat mewakili Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, membuka Dialog Kebangsaan yang digelar oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Gedung PPIID Universitas Palangka Raya, Selasa, 4 November 2025.
Dalam sambutan yang dibacakannya, Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi kepada GMKI atas terselenggaranya kegiatan bertema “Supremasi Sipil Pilar Memperkuat Negara Demokrasi.”
Forum tersebut dinilai memiliki makna strategis dalam memperkuat kesadaran berbangsa di kalangan mahasiswa, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Dialog seperti ini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan memperkuat semangat persaudaraan di antara anak muda. Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi dan persatuan bangsa,” ujar Herson.
Lebih lanjut, Herson menegaskan bahwa demokrasi yang sehat tidak hanya ditopang oleh pemerintah, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat, terutama dari kalangan mahasiswa yang memiliki idealisme dan semangat perubahan.
“GMKI memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga keseimbangan dalam kehidupan berdemokrasi. Kritik, gagasan, dan partisipasi aktif mahasiswa sangat dibutuhkan untuk mengawal arah pembangunan agar tetap berpihak kepada rakyat,” ujarnya.
Menurut Herson, kemajuan teknologi dan arus informasi global harus disikapi secara bijak. Generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan kemajuan digital untuk memperkuat literasi kebangsaan dan memperluas wawasan demokrasi, bukan justru larut dalam perpecahan atau polarisasi sosial.
“Globalisasi membawa banyak peluang, tapi juga tantangan besar. Jangan sampai generasi muda kehilangan jati diri dan semangat kebangsaan. Pegang teguh Pancasila dan nilai Huma Betang sebagai pedoman hidup bermasyarakat di Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah menyambut baik peran organisasi kepemudaan seperti GMKI sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan mahasiswa dinilai penting untuk menciptakan kebijakan yang inklusif dan berpihak pada masyarakat.
Kegiatan Dialog Kebangsaan tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palangka Raya. Selain mendengarkan sambutan dan paparan dari para narasumber, peserta juga berdiskusi tentang isu demokrasi, kebijakan publik, dan peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa.
“Dengan semangat kebersamaan dan nilai Huma Betang, generasi muda harus berani mengambil peran aktif dalam membangun daerah, menjaga demokrasi, dan memperkuat semangat kebangsaan,” pungkas Herson.
(Sya'ban)












