KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar operasi pasar murah dalam rangka stabilisasi harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Tahun 2025 dan perayaan Tahun Baru 2026.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas, Richard, mengatakan bahwa menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok cenderung meningkat dan sering diiringi kenaikan harga berbagai komoditas di pasaran.
“Kondisi ini tentu berdampak pada daya beli masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara kita yang berpenghasilan rendah,” ujarnya, Senin 3 November 2025.
Sebagai respons terhadap situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bekerja sama dengan berbagai pihak menggelar operasi pasar murah sebagai upaya nyata menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di wilayah setempat.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menekan inflasi daerah, tetapi juga merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan dan perlindungan sosial kepada masyarakat,” katanya.
Dia berharap, operasi pasar murah ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga serta menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga dapat menyambut Natal dan Tahun Baru dengan penuh sukacita tanpa harus terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok,” bebernya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan ini, mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, aparatur kecamatan, kelurahan, hingga desa.
“Tanpa kerja sama dan koordinasi yang baik, kegiatan seperti ini tentu tidak dapat berjalan lancar. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi modal utama kita dalam membangun Kabupaten Gunung Mas yang maju, mandiri, dan bermartabat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, dia juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan kegiatan ini secara bijak, berbelanja sesuai kebutuhan, serta menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunung Mas, Supervisi Budi, menjelaskan bahwa sasaran operasi pasar murah ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah dan kurang mampu. Adapun komoditas yang dijual meliputi beras premium merek Lahap 10 kg, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 2 kg.
‘”Total paket yang disubsidi pemerintah berjumlah 1.000 paket untuk Kecamatan Kurun, dengan nilai subsidi sebesar Rp70.000 per paket dari selisih harga pasar. Setiap paket terdiri dari, beras 10 kg seharga Rp50.000, gula pasir 2 kg seharga Rp10.000, minyak goreng 2 liter seharga Rp10.000,” tutupnya. (ale)












