La Nina Bayangi Kalteng Selatan, Warga Diminta Siaga Banjir Rob

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi banjir yang melanda kawasan pesisir. Sejumlah wilayah di bagian selatan berisiko terdampak banjir rob akibat curah hujan tinggi dan pasang air laut.

– Gelombang pasang laut dan curah hujan tinggi diprediksi akan “bersekutu” dalam beberapa minggu ke depan, mengancam wilayah selatan (Kalteng) dengan potensi banjir rob dan genangan luas.

Fenomena alam ini dipicu oleh pengaruh La Nina yang masih bertahan hingga awal 2026, membuat udara di Kalimantan lebih lembap dan hujan turun lebih sering dengan intensitas tinggi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalteng, Alpius Patanan, mengatakan wilayah , Barat, Timur, , dan sebagian merupakan daerah yang paling berisiko terdampak banjir rob.

“Wilayah selatan Kalteng itu relatif datar dan berdekatan dengan pesisir, sehingga ketika curah hujan tinggi bertemu dengan pasang laut, air bisa meluap ke permukiman warga,” ujar Alpius di , Kamis, 6 November 2025.

Menurutnya, BPBD telah menyiagakan tim reaksi cepat dan memperkuat koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, terutama di daerah pesisir. Pemerintah juga mulai memetakan wilayah rawan, memantau debit sungai, serta menyiapkan jalur evakuasi jika terjadi genangan parah.

“Kami sudah meminta seluruh posko di wilayah selatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Koordinasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus berjalan,” tambahnya.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut , Anton Budiyono, menjelaskan bahwa fenomena La Nina menjadi penyebab utama meningkatnya curah hujan di Kalteng. Fenomena ini membuat udara di wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan, menjadi lebih lembap sehingga potensi hujan lebat meningkat signifikan.

“Fenomena La Nina di Kalteng menyebabkan curah hujan meningkat di atas normal. Kondisi ini akan berlangsung hingga Februari 2026,” kata Anton.

Ia menjelaskan, puncak musim hujan di Kalteng diperkirakan terjadi pada Oktober hingga November 2025, namun intensitas hujan masih akan tinggi hingga Januari 2026.

“Daerah selatan seperti Barat dan perlu waspada karena selain hujan, juga ada pasang air laut yang bisa menimbulkan banjir rob,” tambahnya.

Selain menyiagakan petugas, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk lebih aktif melapor bila terjadi kenaikan debit air atau genangan di lingkungan tempat tinggal mereka. Menurut Alpius, laporan cepat dari masyarakat sangat membantu dalam mempercepat respons penanganan di lapangan.

“Masyarakat jangan menunggu air tinggi baru melapor. Begitu ada tanda-tanda pasang atau air naik, segera informasikan ke posko atau aparat ,” katanya.

BPBD Kalteng juga mengingatkan agar masyarakat tidak beraktivitas di daerah bantaran sungai dan pesisir saat terjadi hujan deras berkepanjangan.

Pemerintah provinsi telah menginstruksikan agar seluruh BPBD kabupaten/kota memastikan kesiapan logistik, termasuk tenda darurat, perahu karet, dan bantuan pangan. Selain itu, posko siaga bencana juga mulai diaktifkan di beberapa titik rawan.

“Kami sudah menyiapkan logistik darurat dan peralatan evakuasi di wilayah selatan. Harapannya, jika banjir rob terjadi, penanganan bisa cepat dan tidak menimbulkan korban,” jelas Alpius.

(Sya'ban)

baca juga ...  Rangga Lesmana: Pemuda Jangan Sekadar Viral, Tapi Harus Bertanggung Jawab dalam Menyebarkan Informasi
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!