Penulis: Maman Wiharja (Wartawan Senior-beritasampit.com)
Dikutip dari beberapa media online, Mukhtarudin dalam Ratas memaparkan antara lain, sepanjang 2025, Kementerian P2MI telah melahirkan terobosan demi terobosan. “Kami tidak hanya menempatkan pekerja migran, tetapi memastikan mereka berangkat kompeten, pulang selamat, dan keluarganya sejahtera,” ujarnya.
Capaian Strategis Tahun 2025. Pertama, Migrant Center atau pusat vokasi layanan satu pintu telah resmi beroperasi di enam perguruan tinggi tanah air untuk mencetak pekerja migran berkualitas global, dan kelas Migran telah diluncurkan di Provinsi Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Bengkulu, yang membekali ribuan calon pekerja migran dengan kemampuan teknis, bahasa, dan adaptasi budaya.
Berdasarkan data SiskoP2MI, hingga 2025 Kementerian P2MI telah memfasilitasi 232.304 layanan penempatan pekerja migran ke luar negeri, dengan negara tujuan utama yakni Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Jepang, dan Singapura. Sebagian besar penempatan dilakukan melalui skema private to private (p-to-p) sebanyak 185.139 layanan.
Selain itu, program Desa Migran Emas telah dikembangkan di 70 desa yang tersebar di 17 kabupaten/kota di enam provinsi, yakni Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat. “Desa migran ini akan menjadi role model pemberdayaan ekonomi keluarga pekerja migran kita,” ujar Mukhtarudin.
Pelindungan dan Rehabilitasi Pekerja Migran. Per Oktober 2025, Kementerian P2MI telah memberikan layanan kepulangan dan rehabilitasi bagi 18.856 pekerja migran Indonesia.
Untuk menunjang pelayanan, Kementerian telah menyiapkan lounge kepulangan di tujuh bandara dan satu pelabuhan, serta mendirikan helpdesk di 20 bandara, lima pelabuhan, dan tiga pos lintas batas negara.
Selama periode Oktober 2024–Oktober 2025, Tim Reaksi Cepat P2MI berhasil mencegah keberangkatan 6.754 pekerja migran ilegal melalui 2.437 kegiatan pencegahan di seluruh Indonesia. Sementara itu, terdapat 22 shelter di 16 wilayah dengan total kapasitas lebih dari 1.100 tempat tinggal sementara, lengkap dengan layanan kesehatan, makanan, pendampingan psikososial, dan akses komunikasi ke keluarga.
Dari sisi keamanan digital, hingga Oktober 2025 tercatat 1.393 laporan konten siber bermuatan ancaman terhadap pelindungan pekerja migran telah diteruskan ke Komdigi RI, dan 1.328 link telah takedown, dengan tingkat penanganan mencapai 95,3%.
Program Strategis 2026–2029. Mukhtarudin juga memaparkan rencana jangka menengah Kementerian P2MI, termasuk pendirian Sekolah Vokasi Migran, sebagai model pendidikan dan pelatihan terpadu berbasis kebutuhan pasar kerja global. “Program Sekolah Vokasi Migran ini dirancang dengan sistem boarding, menggabungkan pendidikan formal adaptif, pelatihan vokasional, soft skills, dan pembinaan karakter 24 jam,” jelas Mukhtarudin.
Sekolah tersebut akan mengajarkan bahasa asing (Inggris, Mandarin, Arab, Jerman, Korea, dan Jepang), serta keterampilan teknis, literasi digital, dan bela negara.
Menutup paparannya, Mukhtarudin menegaskan bahwa Kementerian P2MI akan terus memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Intinya, semua ini untuk satu tujuan memperkuat pelindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia. Kami akan terus bergerak cepat, menjemput bola, dan memastikan setiap kebijakan berdampak nyata bagi pekerja migran kita,” pungkasnya.
Adapun dalam program 100 hari pertamanya, Menteri Mukhtarudin tidak secara spesifik menargetkan program 100 hari kerja, melainkan berfokus pada melanjutkan dan mengoptimalkan program-program yang telah dibentuk oleh menteri sebelumnya, dengan berpegang pada visi dan misi Presiden, yaitu program Asta Cita.
Program kerja utamanya meliputi peningkatan kualitas dan kapasitas pekerja migran melalui program vokasi (pelatihan keterampilan dan bahasa) untuk menggeser tenaga kerja dari keterampilan rendah ke menengah dan tinggi sesuai kebutuhan pasar kerja global. Ini termasuk kerja sama dengan kementerian dan lembaga vokasi lain serta perguruan tinggi.
Perlindungan Komprehensif, yakni memastikan perlindungan yang menyeluruh bagi pekerja migran Indonesia, dari hulu ke hilir.
Selanjutnya sinergi dan kolaborasi, yaitu memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Koperasi, BP2MI, pemerintah daerah, dan organisasi non-pemerintah (NGO) untuk mewujudkan ekosistem migran yang adil dan aman.
Kemudian pptimalisasi peran perlindungan, yakni mengoptimalkan peran kementerian dalam melindungi tenaga kerja migran Indonesia secara maksimal.
Secara keseluruhan, fokus utama Mukhtarudin adalah melanjutkan upaya sistematis untuk memastikan penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia yang terjamin.
Visi Menteri P2MI Muktarudin, yakni membentuk pribadi muslim yang unggul, berkarakter, berprestasi, dan berbudaya (seperti tercermin dalam afiliasi kelembagaannya) serta mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan Tengah. Selain itu, visinya juga mencakup komitmen untuk memajukan bangsa dan negara melalui sistem, ide, dan program yang modern bersama Partai Golkar.
Dengan Misi utama sebagai pejabat publik dan politikus terbagi dalam beberapa fungsi, diantaranya Fungsi Legislasi: Berkomitmen untuk membuat undang-undang yang berkualitas, pro-rakyat, dan melindungi hak-hak dasar rakyat untuk mendapatkan jaminan kehidupan yang lebih baik. Perlindungan Pekerja Migran: Dalam perannya sebagai Menteri P2MI, ia berjanji untuk memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia secara menyeluruh, meningkatkan kapasitas mereka melalui program vokasi dan pelatihan bahasa, serta memastikan pergeseran dari pekerja berketerampilan rendah ke menengah hingga tinggi.
Pembangunan Daerah: Berjuang untuk memajukan daerah Kalimantan Tengah dengan mengusung program strategis pemerintah, seperti penguatan ekonomi desa melalui koperasi, sebagai jalan menuju kesejahteraan rakyat.
Pengabdian: Menunjukkan dedikasi dan pengabdian yang tinggi untuk rakyat, dengan fokus pada program-program nyata yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Program-program spesifik yang diusungnya antara lain mencakup pelatihan kewirausahaan bagi anak muda, program vokasi untuk tenaga kerja terampil (seperti welder dan hospitality), serta fokus pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. SELESAI












