PALANGKA RAYA – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kalimantan Tengah (Kalteng) menanggapi video viral yang memperlihatkan sejumlah petani di Kabupaten Kapuas mencabut tanaman cabai mereka. Aksi itu disebut sebagai bentuk kekecewaan akibat harga cabai yang turun tajam dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinas TPHP Kalteng, Rendy Lesmana, mengatakan varietas cabai yang tampak dalam video kemungkinan besar sudah melewati masa produktif.
“Dan kalau saya lihat kemarin di video yang disampaikan itu mungkin pokok tanam yang ada sebenarnya sudah tidak layak diproduksi lebih banyak lagi kalau kita lihat,” ujar Rendy belum lama ini.
Menurutnya, di balai Dinas TPHP ada varietas yang unggul yang bisa bertahan lama terhadap penyakit.
“Kita juga beberapa varietas yang kita miliki yang ada di balai kita juga ada varietas yang sampai saat ini bisa bertahan lebih lama umurnya dan juga lebih tahan penyakit,”
Rendy memastikan produksi cabai di Kalteng masih berjalan normal menjelang akhir tahun. Distribusi juga dinilai relatif stabil tanpa gangguan berarti.
“Untuk saat ini di akhir tahun sebenarnya kalau kita lihatlah produksi cabai pada umumnya dan distribusi cukup stabil saja tidak terjadi masalah sebenarnya,” ucapnya.
Ia menambahkan, penurunan harga di tingkat petani masih dalam batas kewajaran jika dibandingkan dengan harga di pasaran.
“Kalaupun terjadi penurunan di tingkat petani untuk harga sekarang kalau kita lihat di pasar masih dalam skala masih wajar,” kata Rendy.
Menurutnya, pihaknya rutin melakukan pemantauan harga setiap minggu untuk mengantisipasi potensi gejolak di lapangan, terutama pada komoditas hortikultura yang berpengaruh terhadap inflasi daerah.
“Hal ini terlihat dari setiap minggu kan kita juga ada penanganan dan pemantauan harga pokok juga harga komoditi terutama hortikultura terutama untuk kestabilan inflasi yang ada di daerah,” tutur Rendy.
Ia menegaskan, hingga saat ini situasi harga cabai masih terkendali.
“Kalau menurut hemat kami ya masih wajar-wajar saja saat ini,” ujarnya.
(Syauqi)












