JAKARTA— Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyampaikan ucapan selamat atas keputusan pemerintah untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Republik Indonesia ke-2, Jenderal Besar (Purn.) Haji Muhammad Soeharto.
Pernyataan ini disampaikan Menteri Mukhtarudin dalam pesan resminya di Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 2025.
Mukhtarudin menekankan bahwa penganugerahan ini merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi besar Soeharto dalam pembangunan bangsa.
“Bapak Soeharto telah membawa Indonesia menuju era kemajuan ekonomi dan stabilitas nasional yang luar biasa. Gelar Pahlawan Nasional ini bukan hanya penghormatan bagi beliau, tapi juga pengingat bagi kita semua untuk terus membangun Indonesia yang lebih baik,” ujar Mukhtarudin saat dihubungi Wartawan, Senin 10 November 2025.
Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto telah menjadi topik hangat sepanjang tahun ini, terutama setelah dukungan kuat dari berbagai kalangan, termasuk Partai Golkar, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW), dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.
Keputusan resmi ini diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto pagi tadi di Istana Negara, sebagai bagian dari rangkaian acara Hari Pahlawan. Soeharto, yang wafat pada 27 Januari 2008, dikenal sebagai arsitek Orde Baru yang berhasil mengubah wajah Indonesia dari negara miskin pasca-kemerdekaan menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Asia Tenggara.
Mukhtarudin menghubungkan prestasi Soeharto dengan semangat gotong royong para pahlawan. “Sebagai menteri yang bertanggung jawab atas jutaan pekerja Migran di seluruh dunia, saya melihat bagaimana fondasi pembangunan era Soeharto telah membuka peluang bagi rakyat Indonesia untuk berkarya di mana saja. Ini adalah warisan yang harus kita lestarikan,” beber Menteri Mukhtarudin.
Meski mendapat dukungan luas, penganugerahan ini juga menuai kontroversi dari kelompok aktivis hak asasi manusia yang masih mengkritik catatan Orde Baru terkait isu HAM.
Namun, Mukhtarudin menyerukan rekonsiliasi nasional. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa berdamai dengan masa lalu. Mari kita rayakan semangat kepahlawanan Bapak Soeharto untuk masa depan yang lebih cerah,” pesan Mukhtarudin.
Dengan penganugerahan ini, Soeharto bergabung dengan deretan tokoh nasional seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir sebagai Pahlawan Nasional.
(adista)












