SPBU Jemaras Tegas: Tak Ada Pelangsir, Layanan Sesuai Aturan Pertamina

JIMMY/BERITASAMPIT - Suasana SPBU di Jemaras, Kabupaten Kotawaringin Timur saat dicek oleh Hariyono selaku manager.

SAMPIT – Menyusul munculnya keluhan warga terkait dugaan praktik pelangsir di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jemaras, Kecamatan Kota Besi, pihak pengelola akhirnya buka suara. Manajer SPBU Jemaras, Hariyono, menegaskan bahwa pelayanan di SPBU yang ia kelola berjalan sesuai aturan Pertamina dan diawasi dengan ketat.

Menurut Hariyono, tudingan adanya praktik pengisian berulang oleh pelangsir tidak benar. Ia memastikan pihaknya hanya melayani kendaraan dengan tangki standar tanpa modifikasi.

“Selama ini kami melayani pembeli BBM dengan kendaraan standar, tidak ada modifikasi tangki. Aturannya jelas dan kami ikuti,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa SPBU Jemaras telah menerapkan pembatasan pembelian sesuai ketentuan Pertamina, yakni maksimal 5 liter untuk sepeda motor dan 40 liter atau setara Rp400 ribu untuk kendaraan roda empat dan menggunakan barcode bagi pertalite.

“Kami sudah menjalankan aturan maksimal tersebut agar distribusi BBM merata dan tidak terjadi penumpukan. Pengisian di atas batas itu tidak kami layani,” tegasnya.

Terkait foto-foto antrean panjang dan dugaan pelangsir yang beredar di media sosial, Haryono menyampaikan bahwa dokumentasi tersebut merupakan kejadian lama yakni 2020.

“Foto antrean yang ramai beredar itu sudah beberapa tahun lalu, saat BBM jenis premium masih ada. Kondisi saat ini sudah jauh berbeda,” katanya.

Hariyono menambahkan, pihak SPBU telah menata ulang sistem antrean agar lebih rapi dan tertib sesuai standar Pertamina.

Ia menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang mengisi BBM di SPBU tersebut.

“Kami terus memperbaiki layanan, termasuk merapikan jalur antrean. Jika ada petugas yang terbukti melayani kendaraan dengan tangki modifikasi atau pengisian di atas ambang batas, kami akan ambil langkah tegas,” tutupnya.

Sedangkan menurutnya SPBU itu jika BBM habis hari Sabtu, maka akan datang pada Senin siang, sehingga pada hari minggu terjadi kekosongan, dan kedatangan BBM dalam seminggu sebanyak empat kali.

“Disini yang dimaksud adalag antrean Pertalite atau BBM Subsidi, kami juga berkomitmen jika memang ada oknum SPBU kami operator ataupun pengawas yang diduga melayani pelangsir BBM subsidi atau pengisian berulang maka hari itu juga akan kami pastikan ditindak tegas,” ucapnya.

Sebagai bentuk komitmen dirinya juga memasang nomor telponnya di setiap pulau pengisian untuk siap menerima laporan dan keluhan dari masyarakat.

Dengan klarifikasi ini, pihak SPBU berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang berimbang sekaligus memastikan bahwa pelayanan di SPBU Jemaras tetap transparan dan sesuai prosedur.

(Jimmy)

baca juga ...  Ini Jawaban Direktur Rumah Sakit Terkait Insiden Masuknya Pedagang Asongan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!