Alfian Tekankan Penguatan Integritas dari dalam Program Antikorupsi Kalteng 2025

– Auditor Madya Inspektorat Provinsi (Kalteng), Alfian, menegaskan pentingnya memperkuat budaya integritas dan transparansi di tingkat sebagai pondasi utama pemberantasan korupsi.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Penilaian Calon Percontohan Antikorupsi Provinsi Kalteng Tahun 2025 di Bungai Jaya, Kecamatan Basarang, Kabupaten , Selasa, 11 November 2025.

Dalam sambutannya, Alfian yang mewakili Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng selaku Penanggung Jawab Tim Replikasi Antikorupsi, menegaskan bahwa penguatan sistem antikorupsi tidak cukup dilakukan di tingkat pusat, melainkan harus dimulai dari yang paling dekat dengan masyarakat.

“Penilaian ini bukan seremonial, tetapi langkah nyata untuk menanamkan budaya integritas sejak dari paling bawah. adalah garda terdepan dalam pelayanan publik dan harus menjadi contoh dalam hal keterbukaan dan akuntabilitas,” ujar Alfian.

Ia menjelaskan, program Antikorupsi merupakan upaya strategis yang dijalankan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam membangun sistem yang bersih.

Program ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, di antaranya Inspektorat Provinsi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan (DPMDes), serta Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik).

Menurut Alfian, keberhasilan sebuah dalam membangun integritas dapat dilihat dari kemampuannya mengelola anggaran secara terbuka, melibatkan masyarakat dalam pengawasan, dan memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung transparansi.

“Kami ingin memastikan setiap di memiliki sistem yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan hanya di atas kertas. Partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan yang bersih,” tegasnya.

Lebih lanjut, Alfian mengungkapkan bahwa sejak tahun 2024, telah menjalankan program replikasi Antikorupsi melalui serangkaian pembinaan, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan.

Bungai Jaya menjadi salah satu contoh yang menunjukkan komitmen kuat terhadap integritas dan transparansi.

Hasil penilaian menunjukkan bahwa Bungai Jaya berhasil meraih nilai 94 kategori AA atau Istimewa, menandakan tata kelola yang telah menerapkan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan dengan baik.

Bungai Jaya membuktikan bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, nilai integritas bisa menjadi budaya, bukan sekadar slogan. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi - lain di ,” tutur Alfian.

Ia menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa akan terus mendorong replikasi program Antikorupsi ke seluruh kabupaten dan kota di wilayah tersebut.

Tujuannya adalah menciptakan tata kelola yang efektif, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan.

“Kami ingin membangun sistem yang mencegah korupsi sejak dini, bukan hanya menindak setelah terjadi. yang berintegritas berarti pondasi yang kuat, dan itu harus kita mulai dari sekarang,” pungkasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Festival Isen Mulang dan Kalteng Expo 2025 Jadi Sorotan di Hari Jadi Provinsi ke-68
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!