KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas terus memperkuat langkah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai, memimpin langsung Rapat Koordinasi dan Pemantauan Indeks Pencegahan Korupsi Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas, diikuti oleh sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kamis 13 November 2025.
Dalam arahannya, Sekda Usis menekankan pentingnya rapat ini sebagai langkah strategis mempercepat penyelesaian indikator pencegahan korupsi di delapan area intervensi sebelum penutupan sistem MCSP pada 30 November 2025 mendatang.
“Kita hanya punya waktu sekitar dua minggu untuk melengkapi seluruh indikator yang belum terpenuhi. Saya harap setiap OPD segera menindaklanjuti agar capaian kita bisa meningkat,” tegasnya.
Rapat tersebut turut dihadiri Plt. Inspektur Daerah Kapuas, Arnes Satyari Perwitajati, yang bersama tim Inspektorat melakukan pendampingan teknis terhadap proses pemenuhan indikator MCSP di masing-masing OPD. Usis menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan aktif berkontribusi dalam upaya peningkatan indeks pencegahan korupsi daerah.
Berdasarkan hasil pemantauan per 13 November 2025, Kabupaten Kapuas mencatat skor MCSP sebesar 72,2, dengan rincian: area Perencanaan 69%, Penganggaran 64,5%, Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) 76,7%, Pelayanan Publik 81,2%, Manajemen ASN 87,1%, Barang Milik Daerah (BMD) 71,2%, Optimalisasi Pajak Daerah 81%, dan Penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) 58,5%.
Dengan capaian tersebut, Kapuas saat ini menempati peringkat ketiga sementara di Kalimantan Tengah, di bawah Pemerintah Kota Palangka Raya yang meraih skor 73 dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan nilai 76.
Sekda menegaskan, pencapaian ini menjadi bukti bahwa Kapuas berada di jalur yang benar dalam memperkuat sistem pencegahan korupsi, namun masih memerlukan konsistensi dan kerja kolektif dari seluruh OPD.
“Kita sudah di posisi tiga besar, tapi jangan puas dulu. Mari kita tingkatkan lagi kinerja dan melengkapi seluruh dokumen pendukung agar hasil akhir semakin optimal,” ujarnya.
Ia berharap melalui kerja sama lintas sektor dan koordinasi yang efektif, Kabupaten Kapuas dapat mempertahankan sekaligus memperbaiki posisi dalam pemeringkatan MCSP, serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. (ds)












