SAMPIT – Ruas Jalan Pemuda, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sontak gelap gulita pada Jumat malam, 15 November 2025. Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan tersebut padam total akibat korsleting yang ternyata dipicu insiden tak terduga: kabel tanam ikut terbakar ketika warga melakukan pembakaran sisa gotong royong.
Kondisi gelap mendadak itu sempat membuat pengendara merasa tidak nyaman, bahkan was–was, karena jalan yang biasanya terang berubah menjadi redup tanpa penerangan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim, Raihansyah, mengungkapkan bahwa padamnya PJU bukan karena kerusakan teknis biasa, melainkan akibat api pembakaran kayu yang merembet hingga mengenai kabel di bawah tanah.
“Ada orang membakar kayu, kabel dibawah tanah ikut terbakar. Diduga yang membakar tidak tahu kalo dibawah tanah ada kabel,” ujar Raihansyah, Sabtu 15 November 2025.
Ia menambahkan, lokasi kabel yang terbakar berada di dekat perempatan Jalan Ra Kartini. Saat ini perbaikan telah dilakukan oleh teknisi dari pihak kontraktor.
“Alhamdulillah, proses pergantian kabel dilakukan oleh penyedia jasa, karena masih masa pemeliharaan kontraktor,” tambahnya.
Sebagai informasi, pembangunan PJU di Jalan Pemuda sebelumnya menelan anggaran Rp2,7 miliar untuk 81 titik lampu. Sedangkan di Jalan Pramuka, anggaran mencapai Rp2,8 miliar untuk 84 titik.
Seluruh pemasangan dilakukan periode Mei hingga Oktober 2025 dengan jarak antartiang sekitar 30 meter agar cahaya lebih merata.
Dengan perbaikan itu, Dishub Kotim memastikan penerangan di sepanjang Jalan Pramuka kini sudah kembali normal dan siap mendukung keamanan serta keselamatan para pengguna jalan.
(Utomo)












