PALANGKA RAYA – Program cetak sawah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali disorot DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng). Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik, mengatakan realisasi program tersebut jauh dari target karena kontrak pekerjaan tidak tuntas.
“Di Kotim kemarin diajukan 4 ribu hektare lebih. Karena kontraknya enggak selesai, cuma tercetak 405 hektare,” ujar Sutik, Minggu, 16 November 2025.
Menurut Politisi Fraksi Gerindra dari Dapil II, Kotim-Seruyan ini, lahan yang sempat terbuka itu kini sudah dimanfaatkan warga.
“Tapi seminggu yang lalu yang tercetak sudah ditanami oleh masyarakat,” katanya.
Sutik menyebut kemacetan proyek itu terjadi setelah seluruh alat berat ditarik pulang oleh kontraktor.
“Mandek itu karena pulang semua alat beratnya, kontraknya,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan tindak lanjut dari pemerintah terkait kelanjutan program cetak sawah tersebut. Namun hingga kini, kata dia, belum ada langkah konkret dari instansi teknis.
“Kalau dari sini belum ada, itu programnya pusat. Kemarin memang semua diangkut pulang semua alat beratnya, baru tercetak 400 lima hektare lahan sawah,” ucapnya.
Meski begitu, Sutik berharap lahan yang telah dibuka bisa menjadi contoh bagi pemerintah pusat untuk kembali melanjutkan program ketahanan pangan di Kalteng.
“Dicoba dulu 400. Nanti mudah-mudahan baik, nanti dari pusat bisa melanjutkan lagi ketahanan pangan di Provinsi Kalteng,” katanya.
(Syauqi)












