PALANGKA RAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur kembali disorot setelah beredar video berdurasi 12 detik yang memperlihatkan ulat hidup di lauk telur dalam kotak makan siswa SMPN 1 Sampit, Jumat, 14 November.
Dalam video itu, seorang siswa tampak terkejut saat membuka kotak makan dan mendapati ulat yang masih bergerak. Rekaman tersebut cepat menyebar melalui grup pesan instan dan media sosial, memicu kritik terhadap kualitas makanan MBG.
Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) dari Dapil II Kotim-Seruyan, Sutik, menilai temuan itu mencerminkan lemahnya pengawasan penyedia makan MBG, yakni SPPG. Ia meminta pemerintah memperketat kontrol kualitas makanan sebelum didistribusikan ke sekolah.
“Jadi kalau bisa dicek benar-benar, diawasi benar-benar. Terus jangan diperbolehkan melayani banyak sekolah,” kata Sutik, Minggu, 16 November 2025.
Anggota Komisi II DPRD Kalteng ini menduga persoalan muncul akibat makanan dimasak terlalu awal dan disimpan terlalu lama.
“Mungkin yang terjadi masakan yang lama. Kalau sampai ada belatung, ya pasti lama yakin aja. Kalau di telur ada belatung kan lucu,” katanya.
Sutik menegaskan perlunya sanksi tegas jika penyedia terbukti tidak mematuhi standar higienis dalam menyediakan program MBG tersebut.
“Harus pengawasan ketat. Kalau memang dia yang melanggar, cabut aja izinnya. Ganti orang kalau nggak mematuhi,” tegas Sutik.
Ia menambahkan bahwa penyedia wajib memastikan kualitas makanan yang disajikan sebelum di distribusikan kepada siswa.
“Makanan yang bagus, bergizi, jangan masakan yang lama disajikan ke murid-murid,” pungkasnya.
(Syauqi)












