SAMPIT – Suasana di Panti Asuhan Annida Qolbu kembali mencekam. Setelah sebelumnya menganiaya pengasuh panti, pelaku berinisial Ra (40) diduga kembali beraksi dan kali ini menyasar seorang anak asuh, MK (16), pada Sabtu malam 15 November 2025 sekitar pukul 19.30 WIB.
Insiden itu terjadi saat MK bersama dua rekannya hendak pulang ke panti. Ketika berhenti di depan Puskesmas Baamang I, mereka mendapati Ra tengah duduk tak jauh dari lokasi. Kehadiran pelaku sontak membuat situasi berubah menegangkan. Begitu mengenali salah satu rekan MK, Ra langsung menghampiri mereka sambil menenteng sebilah parang.
Dua rekan MK berhasil menyelamatkan diri lebih dulu. Namun naas, MK tertinggal karena motornya harus diengkol sebelum menyala.
“Mereka temannya berhasil kabur karena motornya mudah dinyalakan. Sementara motor saya harus diengkol,” ujar MK pada Senin 17 November 2025.
Menurutnya, Ra melayangkan tiga kali pukulan padanya. Satu pukulan mengenai helm, sementara dua pukulan lainnya mendarat di tangan kirinya. Beruntung, pukulan tersebut tidak menimbulkan luka parah.
“Saya waktu itu pakai jaket juga. Jadi Alhamdulillah enggak apa-apa,” tuturnya.
MK hanya mengalami luka goresan pada otot tangan sebelah kiri serta di area antara jari telunjuk dan ibu jari. Diduga, parang yang digunakan Ra merupakan parang tumpul. Setelah memukul, pelaku justru menyuruh MK untuk pergi. Korban pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada pengasuh panti.
Menanggapi kejadian ini, pengasuh Panti Asuhan Annida Qolbu, Sri Rohani (52), menyatakan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Baamang. Ia berharap pihak kepolisian segera menuntaskan kasus ini untuk mengembalikan rasa aman para penghuni panti.
“Rasa ketakutan mereka sangat tinggi karena masalah ini. Jadi mereka minta perlindungan mereka terjamin,” ujar SR.
Ia menegaskan bahwa selama pelaku masih berkeliaran, panti asuhan tidak akan merasa aman. Para penghuni panti mengaku tertekan pasca insiden pemukulan yang dialami SR dan MK.
“Kalau pelaku masih di luar, Annida Qolbu tidak akan aman,” pungkasnya.
(Utomo)












