Dispursip Kalteng Bangkitkan Minat Literasi Pelajar Lewat Lomba Cerita Daerah

SYAHYUDI/BERITA SAMPIT - Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi , Adiah Chandra Sari.

– Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi , Adiah Chandra Sari, menjelaskan bahwa Lomba Karya Tulis Cerita Daerah dan Bercerita Daerah tingkat SMA/SMK/MA se-Kalteng tahun ini mengalami dinamika pada tahap pendaftaran. Dari banyaknya calon peserta yang berminat, hanya 52 pelajar yang akhirnya terakomodasi dalam lomba tersebut.

Adiah menerangkan bahwa sejak dibuka, animo pendaftar berasal dari berbagai kabupaten, baik dari wilayah barat maupun timur . Namun, sejumlah peserta memilih mengundurkan diri setelah mengetahui salah satu syarat utama lomba, yakni membawakan cerita yang mereka tulis dalam bentuk bercerita di atas panggung.

“Banyak yang sebenarnya ingin ikut, tetapi setelah mengetahui bahwa mereka tidak hanya menulis, melainkan juga harus membawakan cerita tersebut secara langsung, sebagian akhirnya mengundurkan diri,” ucapnya, Senin 17 November 2025.

Dari pendaftaran yang dibuka selama kurang lebih satu bulan, 52 peserta yang memenuhi persyaratan berasal dari beberapa daerah, dengan jumlah terbanyak dari Kota , disusul , , dan . Dalam hal ini mengapresiasi kepada seluruh peserta maupun kabupaten/kota yang tetap berpartisipasi meski mekanisme lomba cukup menantang.

“Selain itu pihaknya akan mengevaluasi teknis penyelenggaraan lomba untuk tahun mendatang agar dapat menjangkau lebih banyak peserta,” tambahnya.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memisahkan kategori antara lomba karya tulis dan lomba bercerita, atau memberikan waktu persiapan lebih panjang.

“Ke depan, teknis lomba akan kami perbaiki. Bisa saja nanti kategori menulis dan bercerita dipisahkan, atau persiapan dilakukan lebih awal supaya peserta lebih siap. Kami ingin menampung sebanyak mungkin minat pelajar di bidang literasi,” lanjutnya.

Setelah penutupan pendaftaran, masih ada beberapa pelajar yang ingin bergabung, namun terpaksa tidak dapat diterima karena batas waktu telah ditetapkan sejak awal.

“Ternyata masih ada yang ingin ikut setelah pendaftaran ditutup, tetapi kami harus konsisten dengan jadwal. Mudah-mudahan di lomba berikutnya mereka memiliki waktu persiapan yang lebih matang,” tuturnya.

Terkait penilaian, tentunya ada aspek yang dinilai mencakup kesesuaian cerita dengan budaya dan sejarah daerah, keaslian karya, serta kemampuan peserta dalam membawakan cerita. Seluruh proses penilaian dilakukan oleh Dewan Juri yang memiliki kompetensi di bidang literasi dan seni bercerita.

“Yang dinilai tentu saja kesesuaian cerita dengan daerah asal peserta serta kemampuan mereka menyampaikan cerita tersebut. Juri memiliki pengalaman dan pemahaman yang baik untuk menilai aspek-aspek tersebut,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  Gubernur Kalteng: Pengurangan TPP ASN Justru Baik untuk Pembangunan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!