PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menyoroti pentingnya penguatan budaya sekolah sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik.
Hal itu ia sampaikan saat berkunjung ke SMAN 4 Muara Teweh dalam rangkaian kegiatan Pasar Murah, Minggu, 16 November 2025.
Gubernur menyebut sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembentukan identitas dan kepribadian siswa.
Karena itu, ia meminta para guru dan orang tua berperan aktif menciptakan lingkungan belajar yang positif, aman, dan berkarakter.
Dalam arahannya kepada siswa, Gubernur Agustiar menggarisbawahi pentingnya menanamkan niat dan kemauan sejak dini, dua hal yang menurutnya menjadi syarat utama bagi lahirnya generasi yang tangguh dan percaya diri.
“Tentunya anak-anakku sekalian punya niat, punya kemauan, punya tekad, dan kesadaran untuk menjaga itu. Hidup ini tidak ada yang tidak mungkin. Ada niat, ada kemauan, insya Allah pasti ada jalannya,” ujarnya.
Gubernur juga menekankan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dari pengaruh pergaulan negatif.
Ia mengingatkan siswa agar lebih selektif memilih teman dan kelompok pergaulan. “Hati-hati dengan pergaulan, hati-hati dengan lingkungan. Kalian ini masih mencari jati diri,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Agustiar menegaskan bahwa penguatan budaya sekolah tidak dapat terwujud tanpa keteladanan guru. Ia meminta tenaga pendidik untuk terus melakukan pembinaan karakter secara konsisten.
“Terima kasih kepada Kepala Sekolah dan para guru. Jangan pernah berhenti meneladani mereka, mengajari mereka. Mereka mencari jati diri, kita harus bersabar untuk mengedukasi dan memberi teladan,” imbuhnya.
Ia menekankan bahwa guru merupakan figur utama dalam menularkan nilai-nilai kedisiplinan, kerja keras, dan tanggung jawab. Keteladanan tersebut, kata Gubernur, akan menjadi pijakan penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan hidup di masa depan.
Salah satu hal yang disoroti Gubernur Agustiar ialah perlunya penguatan identitas lokal di sekolah. Ia meminta sekolah untuk terus menghidupkan suasana kebudayaan daerah melalui lagu-lagu lokal.
Menurutnya, pembiasaan sederhana seperti menyanyikan lagu daerah dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap tanah kelahiran. “Kita harus guyub, harus rukun,” tegasnya.
(Sya'ban)












