Dewan Tekankan Langkah Masif-Terkoordinasi untuk Menekan Peredaran Narkoba hingga Pelosok

NARDI/BERITASAMPIT - Sekretaris Komisi I DPRD Kotim, M Abadi.

SAMPIT – Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Timur (Kotim), Muhammad Abadi, menekankan perlunya langkah masif dan terkoordinasi untuk menekan peredaran narkoba, terutama di daerah pemilihan (Dapil) lima yang disebutnya sebagai salah satu wilayah paling rawan.

Menurut Abadi, kawasan Dapil lima selama ini menjadi titik dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap peredaran narkotika. Karena itu, ia mendorong pemerintah , tokoh adat, dan seluruh unsur masyarakat saling memperkuat koordinasi untuk menjaga generasi muda dari paparan barang haram tersebut.

“Dapil lima itu salah satu wilayah yang rawan narkoba di Kotim. Kami dari DPRD, termasuk para kepala dan lurah se-Kecamatan Mentaya Hulu, sudah sepakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba,” tegas dewan dari Dapil 5 itu, Sabtu 22 November 2025.

Ketua Fraksi PKB ini menambahkan, pemberantasan peredaran gelap narkotika tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak . Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu dalam memutus mata rantai jaringan narkoba yang meresahkan.

“Semua tokoh dan seluruh elemen masyarakat harus ikut berperan. Kalau ada indikasi seseorang diduga sebagai pengedar, segera informasikan. Ini demi menyelamatkan remaja dan orang dewasa dari kerusakan akibat narkoba,” ujarnya.

Selain wilayah pedesaan, Abadi juga menyoroti maraknya laporan masyarakat terkait transaksi narkoba di Kota Sampit, terutama di kawasan belakang eks Bioskop Golden. Lokasi tersebut disebut kerap menjadi tempat aktivitas ilegal yang membuat warga resah.

Menanggapi kondisi itu, Abadi mendesak aparat keamanan, termasuk BNN dan kepolisian, untuk turun melakukan penertiban secara menyeluruh. Menurutnya, wilayah tersebut harus dibersihkan secara total dari aktivitas peredaran narkotika.

“Terkait kabar maraknya transaksi narkoba di belakang eks Bioskop Golden, kami meminta aparat, khususnya BNN dan kepolisian, bersama tokoh adat, untuk menindak dan membersihkan area itu. Wilayah tersebut harus benar-benar bebas dari narkoba,” tegasnya.

baca juga ...  Polemik Pasar Expo Memanas, Anggota Komisi II Saling Tuding

Abadi berharap sinergi yang sudah berjalan antara pemerintah, aparat penegak , dan masyarakat dapat terus diperkuat. Ia menekankan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak boleh hanya sebatas kegiatan formal, tetapi harus membuahkan hasil nyata di lapangan.

Ia menilai menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba merupakan investasi penting untuk masa depan generasi Kotim. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat serta rasa aman di daerah tersebut. 

Sebelumnya diketahui bahwa hasil tes urine di DPRD Kotim pada Senin 17 November 2025 ada tiga kades positif narkoba.

Kepala BNNK Kotim AKBP Muhamad Fadli menyampaikan kades yang bersangkutan berdalih mengkonsumsi obat pereda nyeri karena sekaligus bekerja di kebun pribadi.

“Kades yang terindikasi positif itu berasal dari daerah Kotim yang banyak kebunnya dan banyak tambangnya,” ujarnya yang tidak mau menyebutkan spesifik kades mana yang positif. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!