Pemprov Pastikan Huma Betang Night Tetap Lanjut, Gubernur: “Tunggu Cuaca Kondusif, Baru Kita Start Lagi”

IST/BERITASAMPIT - Gubernur , H. Agustiar Sabran, menyaksikan penampilan seni budaya pada rangkaian Huma Betang Night ke-10 di Bundaran Besar , Minggu malam, 17 Agustus 2025.

– Program unggulan Pemerintah Provinsi (Kalteng) Huma Betang Night (HBN) terpaksa tidak berjalan dalam beberapa pekan terakhir. Padahal, kegiatan yang selalu dipadati warga itu sebelumnya rutin berlangsung setiap Sabtu malam.

HBN tercatat berjalan hingga gelaran ke-11, terakhir pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Agenda HBN ke-12 yang semestinya digelar pada 30 Agustus 2025 pun akhirnya ditunda.

Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, memastikan bahwa kegiatan budaya tersebut tidak dihentikan, melainkan hanya ditunda sementara karena faktor cuaca. Hal itu ia sampaikan dalam Dialog bersama Jurnalis di halaman Istana Isen Mulang, Jumat, 21 November 2025.

Menurut Gubernur, keputusan penundaan HBN berlandaskan pada data prakiraan cuaca dari yang menunjukkan potensi hujan tinggi dalam beberapa minggu terakhir.

“Prediksi cuaca tidak memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan itu. Kalau pun tetap dilaksanakan, rugi tidak banyak yang datang karena hujan,” ujarnya.

Agustiar menegaskan, kegiatan akan langsung digelar kembali begitu kondisi cuaca dinyatakan aman.

“Kalau mengatakan minggu ini bagus, kami akan segera melaksanakan itu. Perintah pasti kami jalankan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Agustiar Sabran telah menegaskan bahwa Huma Betang Night bukan hanya panggung budaya, tetapi juga ruang yang memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Dalam sambutannya pada HBN ke-10, Minggu malam, 17 Agustus 2025, ia menyampaikan bahwa ribuan warga selalu hadir di setiap pagelaran sambil menikmati dan berbelanja di stand kuliner, kerajinan, serta produk UMKM lokal.

Ia menyebut, setiap gelaran HBN selalu dipadati ribuan warga yang menikmati seni sekaligus berbelanja di stand kuliner, kerajinan, hingga produk UMKM lokal.

“Ini bukan sekadar pesta budaya, tapi juga panggung bagi pelaku usaha kecil dan menengah kita untuk berkembang. Huma Betang Night membuktikan bahwa budaya bisa berjalan beriringan dengan ekonomi rakyat,” tutur Agustiar.

baca juga ...  KPID Kalteng Siap Jadi Jembatan Aspirasi Lembaga Penyiaran

Gubernur menegaskan, UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, Pemprov terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha mulai dari pelatihan, akses permodalan, hingga peningkatan pemasaran.

“Kami ingin agar UMKM di naik kelas. Dari hanya berjualan di acara, bisa tembus pasar digital bahkan ,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung produk lokal agar uang berputar di wilayah sendiri. “Kalau bukan kita yang membeli produk UMKM kita, siapa lagi?” ucapnya.

Lebih jauh, Agustiar mendorong peran generasi muda dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Menurutnya, kreativitas anak muda adalah kunci daya saing daerah.

“Budaya bisa jadi inspirasi untuk bisnis kreatif. Anak-anak muda harus kita dukung agar berani berinovasi. Dengan begitu, identitas daerah tetap terjaga dan ekonomi rakyat makin bergerak,” katanya.

(Sya'ban) –

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!