SAMPIT – Ruang terbuka hijau yang seharusnya menjadi tempat warga menikmati udara segar kini justru berubah menjadi titik paling memprihatinkan di pusat kota. Taman Kota Sampit, ikon ruang publik di jantung Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), belakangan disesaki tumpukan sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan.
Sampah liar itu tidak hanya merusak estetika taman, tetapi juga memicu keresahan warga lantaran bau menyengat dan potensi gangguan kesehatan. Dari pantauan di lapangan, sisa makanan, plastik, hingga kemasan bekas berserakan di sudut-sudut taman dan menumpuk tanpa kendali.
“Ini sangat disayangkan. Seharusnya taman ini jadi tempat kami melepas penat, lihat anak-anak main, tapi sekarang malah jadi sumber bau dan penyakit. Kadang kalau malam ada yang nekat buang sampah sembunyi-sembunyi,” ujar Rizki, pedagang yang berjualan di kawasan taman, Senin 24 November 2025.
Keluhan serupa disampaikan Robi, petugas parkir di lokasi. Ia mengungkapkan bahwa tumpukan sampah biasanya semakin parah pada akhir pekan. “Kalau sudah Minggu pasti menumpuk, banyak lalat jadinya,” katanya.
Meski demikian, Roby menjelaskan bahwa sampah tersebut buka berasal dari pedagang yang berjualan di taman kota tetapi masyarakat yang kerap menumpuk sampah di sana.
“Pedagang disini sampahnya disimpan ke plastik dan dibuang di tempat sampah. Sekarang bak sampah saja tidak disimpan dipinggir jalan karena sedikit-sedikit orang buang kesitu,” bebernya.
Ia berharap pemerintah daerah bertindak tegas. Menurutnya, keberadaan CCTV di area tersebut belum cukup untuk menghentikan kebiasaan buruk warga yang membuang sampah sembarangan.
“Coba buat spanduk pemberitahuan yang melarang untuk buang sampah disini, atau bagimana diatur supaya masyarakat tidak buang sampah disini,” pungkasnya.
(Utomo)












