Pemkab Pasang 50 Alat Perekam Transaksi di Rumah Makan

IST/BERITASAMPIT - Kepala Bapenda , Eka Suryadilaga.

KASONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mulai mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan penggunaan alat perekam transaksi digital. Sekitar 50 unit Alat Perekam Data (APD) atau smart register akan dipasang di sejumlah rumah makan dan usaha sejenis di Kecamatan Hilir.

Kepala Bapenda , Eka Suryadilaga, mengatakan pemasangan perangkat ini menjadi langkah awal penerapan sistem pajak daerah berbasis daring atau tapping box. Menurutnya, perangkat tersebut akan membantu proses pencatatan transaksi secara otomatis.

“Sesuai rencana, APD ini akan dipasang di 50 rumah makan dan sejenisnya yang ada di wilayah Kecamatan Hilir,” kata Eka kepada awak media, Senin 24 November 2025.

Eka menyebutkan bahwa perangkat tersebut disediakan oleh PT Bank Kalteng cabang Kasongan. Pihak bank juga akan melakukan pemasangan langsung ke rumah makan dan kafe yang ditentukan.

“Ini pemasangan awal. Ke depan akan kita lanjutkan ke rumah makan lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu Bank Kalteng telah melakukan sosialisasi cara penggunaan APD kepada para pelaku usaha di Aula BKAD . Namun, pemasangan masih menunggu penyelesaian izin usaha bagi sejumlah rumah makan yang belum lengkap.

“Kami juga bantu urus perizinan sambil menunggu mereka mengisi form yang dibutuhkan,” ucapnya.

Di sisi lain, pimpinan PT Bank Kalteng cabang Kasongan, Hendra Loren, membenarkan bahwa pihaknya menyediakan APD untuk mendukung optimalisasi PAD melalui pencatatan transaksi digital. Namun ia menegaskan, pemasangan perangkat belum bisa dilakukan karena beberapa rumah makan belum siap.

“Meski APD sudah kami sosialisasikan, hingga saat ini pemasangan belum dilakukan,” ujar Hendra.

Hendra juga menekankan bahwa kebutuhan internet bukan menjadi tanggung jawab Bank Kalteng. Sambungan dan pembayaran tagihan internet menjadi kewajiban pemilik usaha.

“APD ini hanya bisa beroperasi jika terkoneksi dengan internet aktif,” tuturnya.

Karena tidak semua rumah makan memiliki sambungan internet, pemasangan tahap awal akan menyasar tempat-tempat yang sudah siap terlebih dahulu.

“Setelah itu baru kita pikirkan langkah untuk rumah makan yang belum memiliki akses internet,” pungkasnya.

(Bitro)

baca juga ...  Bupati Katingan Lantik Damang Mandawai dan Tasik Payawan, Ini Pesannya
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!