SAMPIT – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 SMP Negeri 4 Sampit berlangsung meriah dan penuh pesan penting dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin 24 November 2025.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter SMP Dinas Pendidikan Kotim, M. Ikram Muhajir, yang menyampaikan sejumlah poin penting dalam sambutannya.
Ikram menyebut usia 41 tahun bagi satuan pendidikan merupakan fase kedewasaan. Ia menilai SMP Negeri 4 Sampit telah menunjukkan kematangan, kestabilan, dan komitmen kuat dalam mendidik generasi muda untuk terus meningkatkan prestasi.
Apalagi, tidak sedikit sekolah yang berhenti beroperasi karena kekurangan peserta didik, sementara SMP Negeri 4 Sampit justru tumbuh menjadi salah satu sekolah terbesar di Kota Sampit dengan jumlah siswa mendekati 1.000 orang. “Kamis sampaikan apresiasi atas dedikasi kepala sekolah dan para guru yang merupakan ujung tombak pendidikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Disdik hanya mampu memberikan dukungan berupa fasilitas, arahan, serta pendampingan, sementara keberhasilan mendidik generasi emas sepenuhnya berada di tangan para pendidik dan orangtua.
Dalam sambutannya, Ikram juga menyoroti tema besar HUT yang selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, yaitu penguatan pembelajaran mendalam. Ia mendorong guru untuk terus mengembangkan metode ajar yang relevan, sekaligus menerapkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa. Kebiasaan baik seperti bangun pagi, salat Subuh atau beribadah, berdoa, kemudia belajar, makan sehat, olahraga, bermasyarakat dan tidur cukup diminta tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dilakukan setiap hari.
Ikram menekankan pentingnya peran orangtua sebagai partner utama sekolah dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, guru hanya berperan saat anak berada di sekolah, sementara orangtua memegang peranan lebih besar saat anak berada di rumah. Karena itu, ia berharap penerapan kebiasaan positif dilakukan bersama-sama antara orangtua dan pihak sekolah.
Terkait teknologi pendidikan, Disdik meminta agar Interactive Flat Panel (IFP) atau TV interaktif yang diberikan pemerintah dimanfaatkan maksimal untuk mendukung pembelajaran mendalam.
Ikram mengingatkan agar perangkat tersebut jangan hanya menjadi pajangan atau digunakan untuk hal yang tidak relevan. Guru juga diminta terus belajar agar tidak tertinggal dari kemampuan teknologi siswanya.
Ikram menutup sambutannya dengan pesan kepada siswa agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, mengingat maraknya konten berbasis kecerdasan buatan yang sulit dibedakan antara fakta dan hoaks. “Tidak ada teknologi yang dapat menggantikan peran guru dalam membentuk karakter,” tegasnya. (nardi)












