SAMPIT – Sungai Cempaga yang biasanya jadi urat nadi aktivitas warga Desa Cempaka Mulia Barat, kini seperti punya penghuni “tak diundang.” Seekor buaya muara raksasa kerap muncul dan bikin heboh kampung. Penampakan itu terlihat jelas dalam video yang viral usai diunggah pada Selasa 25 November 2024 lalu.
Dalam rekaman yang beredar, sang predator tampak berenang santai mengikuti arus. Tak ada gerakan agresif, namun ukurannya yang besar membuat siapa pun otomatis menelan ludah. Warga yang melihat langsung memilih mengabadikan momen dari jauh, menjaga jarak aman sambil berharap buaya itu hanya “numpang lewat” seperti biasanya.
Warga setempat memperkirakan panjang buaya tersebut mencapai 4 hingga 5 meter.
Plt Camat Cempaga, Agus Tiawani, membenarkan informasi ini usai menerima laporan dari kepala desa. Menurutnya, buaya yang sama bisa muncul sampai tiga kali dalam sebulan, dan sejauh ini dipastikan hanya satu ekor.
“Dalam satu bulan itu bisa tiga kali muncul, dan hanya satu buaya saja. Tidak pernah ada yang lain,” ujar Agus.
Agus menjelaskan, buaya tersebut biasanya berada tepat di bawah rumah penduduk di pinggir sungai. Meski demikian, hingga saat ini tidak pernah ada laporan warga diterkam atau diserang oleh buaya tersebut.
“Panjang buaya diperkirakan 4 sampai 5 meter, itu menurut kesaksian Pak Kades. Tapi sejauh ini tidak pernah ada warga yang diserang,” jelasnya.
Agus menduga buaya tersebut muncul ke permukaan untuk mengambil oksigen. Menurutnya, hewan itu tidak pernah berjemur di pinggir sungai atau lanting warga.
“Dia cuma muncul di bawah rumah saja. Kalau ada tongkang lewat, buaya itu tidak muncul. Mungkin merasa terganggu,” bebernya.
Ia menambahkan, intensitas kemunculannya juga bergantung pada aktivitas yang ada di sungai tersebut.
“Jika beberapa hari tidak ada tongkang lewat, dia muncul. Tapi kalau lalu-lalang tongkang, buaya itu tidak terlihat,” ujarnya.
Diketahui selain di Desa Cempaka Mulia, keberadaan buaya juga kerao muncul di beberapa desa yang ada di Kecamatan Cempaga seperti di Desa Sungai Paring, Luwuk Bunter, Jemaras, Lubuk Ranggan, Rubung Buyung dan Desa Parit.
Pihak kecamatan mengimbau warga untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas terlalu dekat dengan sungai hingga ada penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.
(Utomo)












