SAMPIT – Ratusan mahasiswa mengikuti sosialisasi bahaya narkoba dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di kantor DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu 26 November 2025.
Ketua DPRD Kotim Rimbun menyampaikan kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat peran generasi muda dalam memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.
“Kondisi peredaran narkoba di Kotim sudah mengkhawatirkan, bahkan berada pada kategori zona merah ke hitam,” kata Rimbun.
Melihat situasi itu, ia mengajak mahasiswa sebagai generasi penerus untuk menjauhi serta memerangi narkoba mulai dari diri sendiri.
“Mari kita bersinergi, peran aktif generasi muda sangat penting. Kalian masih muda, masa depan masih panjang. Jauhi narkoba, dan ajak keluarga kalian juga menjauhinya. Jaga mereka agar tidak terjerumus,” tegas Rimbun.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa memiliki pengaruh besar dalam lingkungan sekitar. Pesan edukatif yang mereka sampaikan dapat menjadi benteng awal keluarga maupun masyarakat di tingkat bawah.
“Harapan kita narkoba di Kotim ini bisa hilang sepenuhnya, sinergi semua pihak diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala BNNK Kotim AKBP Muhamad Fadli menekankan bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri, tetapi juga terhadap keluarga.
“Mahasiswa pasti punya keluarga. Mulailah dari lingkungan masing-masing untuk mencegah narkoba. Adik-adik ini bisa menjadi pelopor pencegahan,” ucap Fadli.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak kasus peredaran narkoba tidak tersentuh hukum karena masyarakat memilih diam.
“Ada masyarakat atau bahkan orang tua yang tahu anaknya pakai narkoba tapi tidak melapor, itu salah,” tegasnya.
BNNK Kotim, lanjut Fadli, membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, dirinya mengapresiasi kehadiran peserta yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Sebab wilayah Kotim sangat luas dan jumlah penduduknya besar, sehingga peran komunitas dan kelompok pemuda menjadi sangat strategis dalam menekan peredaran narkoba yang kini berada di zona merah ke hitam.
Mahasiswa dinilai masih muda dan bersih dari terpapar narkoba sehingga mereka ini yang harus betul dijaga agar tidak terjerumus.
“Ayo adik-adik semua, mari cegah narkoba bersama. Kami ajak keluarga rekan lainnya karena kalian bisa jadi penggerak perubahan,” tutupnya.
(Nardi)












