PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Anak Sedunia yang digelar di Panggung Pertunjukan Terbuka UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Rabu 26 November 2025 malam, berlangsung semarak dan penuh makna. Meski secara resmi Hari Anak Sedunia jatuh pada 20 November, kegiatan ini tetap dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam memberikan ruang ekspresi bagi anak-anak melalui seni dan budaya.
Kepala UPT Taman Budaya Kalteng, Wildae D. Binti, menyampaikan bahwa pertunjukan ini secara khusus menampilkan anak-anak sebagai pelaku utama, guna menunjukkan bahwa seni dan budaya telah tumbuh dan dicintai sejak usia dini di tengah masyarakat Kalimantan Tengah.
“Melalui aneka atraksi dan penampilan seni budaya yang dibawakan anak-anak kita, kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa generasi Dayak Kalimantan Tengah adalah anak-anak yang ceria, bersemangat, serta memiliki kecintaan terhadap seni budaya sejak dini,” ucapnya.
Terdapat 10 sanggar dan komunitas seni yang terlibat dalam kegiatan tersebut, ditambah penampilan khusus dari Adiba, anak tunanetra dari Sekolah Luar Biasa (SLB), yang membawakan vokal sebagai bentuk apresiasi terhadap talenta anak berkebutuhan khusus.
“Kegiatan ini tidak hanya melibatkan penampil profesional, tetapi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi anak-anak agar dapat tampil, belajar, dan percaya diri di atas panggung,” tambahnya.
Selain itu dalam hal ini memfasilitasi seluruh anak tanpa terkecuali. Tidak hanya mereka yang sudah profesional, tetapi juga anak-anak sejak usia dini agar mampu mengekspresikan diri, mengembangkan bakat, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap seni budaya.
“Melalui kegiatan ini, UPT Taman Budaya Kalteng berharap pesan yang tersampaikan kepada masyarakat adalah bahwa anak-anak Dayak Kalimantan Tengah merupakan generasi yang penuh keceriaan, semangat, dan potensi, serta layak mendapatkan ruang yang aman dan positif untuk tumbuh dan berkembang melalui seni dan budaya,” ungkapnya. (yud)












