PALANGKA RAYA – Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah, Agus Candra, memastikan ketersediaan dan distribusi beras di seluruh wilayah Kalimantan Tengah dalam kondisi aman dan terkendali. Hal tersebut berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan bersama tim dari Badan Urusan Logistik (Bulog) serta Satgas terkait.
“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok beras untuk seluruh wilayah Kalimantan Tengah saat ini masih dalam kondisi aman. Tim bersama Satgas juga terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala,” ucapnya, Kamis 27 November 2025.
Harga beras yang beredar di pasaran masih berada pada kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk beras premium tercatat sekitar Rp15.400 per kilogram, sementara beras medium berada di angka Rp14.000 per kilogram.
“Sebagian besar pasokan beras di Kalimantan Tengah saat ini masih berasal dari luar daerah, khususnya dari Pulau Jawa seperti Gresik dan Lumajang. Hal ini disebabkan belum tersedianya pabrik pengolahan beras skala besar di wilayah setempat,” tambahnya.
Selain itu jenis premium dan medium masih hampir sepenuhnya disuplai dari luar daerah, karena belum memiliki pabrik pengolahan sendiri. Namun demikian, kondisi ini tetap dapat kendalikan dengan baik.
“Selain itu, hasil panen dari beberapa daerah seperti Pulang Pisau dan Kapuas juga telah terserap dengan baik melalui distribusi yang menggunakan armada pengangkut, sehingga turut memperkuat cadangan pangan daerah. Alhamdulillah, hasil panen kemarin dari Pulang Pisau dan Kapuas telah terserap dan terdistribusi dengan baik, sehingga stok kita tetap terjaga,”lanjutnya.
Terkait lokasi distribusi dan titik penyaluran, pihaknya akan segera menginformasikan lebih lanjut kepada masyarakat setelah data lengkap tersedia.
“Nanti untuk lokasi dan titik penyaluran akan kami sampaikan secara resmi,” ungkapnya. (yud)












