DPRD Berjuang Agar Jalan Mekar Tani-Mendawai Tidak Kembali Tertunda

BITRO/BERITASAMPIT - Anggota DPRD Yudea Pratidina.

KASONGAN – Setelah sempat tertunda pada APBD 2025, aspirasi warga terkait perbaikan ruas
Jalan Mekar Tani menuju Mendawai kembali diusulkan oleh DPRD Kabupaten
. Proyek ini dianggap krusial, karena diyakini dapat meningkatkan
perekonomian masyarakat, khususnya para petani di Kecamatan Mendawai.

Anggota , Yudea Pratidina, mengungkapkan bahwa aspirasi
pembangunan jalan ini kembali muncul saat reses terakhir yang dilakukan dewan.
Sebelumnya, aspirasi serupa telah diajukan untuk APBD 2025, namun terpaksa
tidak terlaksana akibat pemangkasan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah
daerah.

“Pada reses kemarin, aspirasi ini kembali kami terima dari masyarakat.
Oleh karena itu, kami mendesak agar proyek ini bisa dimasukkan ke dalam APBD
2026,” ujar Yudea, Rabu (29/10/2025). Ia menegaskan bahwa proyek jalan ini
harus menjadi prioritas dalam anggaran tahun depan, mengingat
dampaknya yang sangat signifikan terhadap perekonomian lokal.

Yudea menjelaskan bahwa Kecamatan Mendawai merupakan salah satu
kawasan penghasil pertanian utama di Kabupaten . Produk pertanian seperti
gabah, sayuran, dan hasil pertanian lainnya sangat bergantung pada akses jalan
yang memadai untuk distribusinya. Dengan adanya jalan yang lebih baik, hasil
pertanian akan lebih mudah diangkut ke pasar, yang pada gilirannya akan
meningkatkan pendapatan petani.

“Jalan yang rusak membuat pengangkutan hasil pertanian menjadi
lebih sulit dan mahal. Jika jalan ini diperbaiki, distribusi hasil pertanian
akan lebih efisien dan cepat, yang tentu saja akan berpengaruh positif terhadap
ekonomi masyarakat,” tambah Yudea. Ia juga menyebutkan bahwa selain mendukung sektor pertanian,
perbaikan jalan ini juga akan memudahkan akses masyarakat untuk berbagai
kegiatan ekonomi lainnya, seperti perdagangan, pendidikan, dan pelayanan
yang lebih cepat.

Yudea menegaskan bahwa proyek perbaikan Jalan Mekar Tani menuju
Mendawai bukanlah proyek baru, melainkan proyek yang sudah masuk dalam
rencana anggaran 2025. Namun, karena adanya pemangkasan anggaran, proyek ini
terpaksa tertunda. Oleh karena itu, merasa perlu untuk mengajukan
kembali agar proyek ini menjadi prioritas pada APBD 2026.

“Proyek ini sudah tertunda sejak tahun lalu. Kami berharap pada
2026, proyek ini bisa dilanjutkan dan menjadi bagian dari anggaran prioritas.
Jangan sampai proyek yang sudah lama ditunggu masyarakat ini Kembali tertunda,”
ujar Yudea dengan nada tegas.

Yudea juga menyadari bahwa tahun depan kemungkinan akan ada pemotongan
anggaran di berbagai sektor, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bupati
. Namun, ia menegaskan bahwa pemotongan tersebut tidak seharusnya
menghambat pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,
khususnya proyek perbaikan jalan ini.

“Memang ada pemotongan anggaran, tapi proyek ini sudah menjadi
kebutuhan mendesak. Kami berharap meskipun anggaran terbatas, pembangunan jalan
ini tetap bisa dilanjutkan pada tahun depan,” ujar Yudea.

Menurutnya, prioritas utama yang harus diperhatikan Adalah proyek-proyek
yang sudah tertunda dan memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan
masyarakat, seperti pembangunan jalan penghubung antara Mekar Tani dan
Mendawai.

Selama ini, masyarakat Kecamatan Mendawai sangat berharap agar
akses jalan mereka diperbaiki. Jalan yang rusak dan sulit dilalui, terutama
pada musim hujan, menghambat aktivitas warga, khususnya dalam mengangkut hasil
pertanian. Oleh karena itu, pembangunan jalan ini menjadi
salah satu aspirasi yang sangat dinantikan oleh warga.

“Masyarakat sudah menunggu cukup lama. Mereka berharap pemerintah
bisa segera merealisasikan pembangunan jalan ini agar ekonomi mereka bisa
meningkat. Jadi, ini bukan hanya soal jalan, tetapi juga tentang masa depan
ekonomi warga,” tambah Yudea.

Pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, seperti perbaikan
jalan di Kecamatan Mendawai, memang penuh tantangan. Salah satu kendalanya
adalah anggaran yang terbatas, serta kesulitan dalam koordinasi dan pelaksanaan
proyek. Namun, Yudea menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mampu mengatasi
kendala-kendala ini dan memastikan proyek pembangunan jalan tidak
kembali tertunda.

“Pembangunan infrastruktur memang penuh tantangan, apalagi di
daerah-daerah yang terisolasi. Tapi ini adalah hal yang harus kita hadapi bersama.
Kami di DPRD akan terus mengawal agar proyek jalan ini bisa segera terwujud,”
katanya.

Selain dampak langsung terhadap perekonomian, Yudea juga melihat
perbaikan jalan ini sebagai langkah awal dari pembangunan infrastruktur lainnya
di Kecamatan Mendawai. Dengan akses jalan yang lebih baik, kemungkinan untuk
membuka peluang investasi di sektor lain, seperti pariwisata atau industri
pengolahan hasil pertanian, akan lebih besar.

“Jika jalan ini bagus, akan lebih mudah bagi investor untuk masuk.
Ini akan membuka peluang ekonomi baru yang belum digali di daerah ini. Jadi,
pembangunan jalan ini tidak hanya untuk sekarang, tetapi juga untuk masa depan,”
jelas Yudea.

Sebagai wakil rakyat, Yudea berkomitmen untuk mengawal setiap
aspirasi yang masuk dari masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pembangunan
infrastruktur yang bisa langsung dirasakan dampaknya oleh warga.

“Kami akan terus mengawal agar aspirasi masyarakat ini tidak
hanya sekadar harapan, tetapi bisa terwujud dalam bentuk nyata,” tegasnya.

Yudea berharap agar proyek Jalan Mekar Tani-Mendawai dapat segera
dimasukkan dalam APBD 2026 dan terealisasi sesuai harapan masyarakat. Ia juga
meminta dukungan dari semua pihak agar pembangunan infrastruktur ini menjadi
prioritas dalam anggaran tahun depan. (Kawit)

baca juga ...  THR Tak Sesuai Aturan, Karyawan PDAM Katingan Minta DPRD Bertindak
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!