KASONGAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan atas upaya sosialisasi terkait bullying (perundungan) yang melibatkan pelajar di Kecamatan Katingan Hilir. Tony Yosepta, Anggota DPRD Katingan, menilai langkah ini sangat penting, mengingat permasalahan bullying di kalangan pelajar di Indonesia masih menjadi isu yang memprihatinkan.
“Sosialisasi ini adalah langkah yang sangat tepat. Tindakan bullying yang terjadi di lingkungan pelajar sudah cukup meresahkan. Kami sangat mendukung upaya ini, karena bisa mencegah kerusakan mental bagi generasi muda,” ujar Tony Yosepta, saat ditemui pada acara sosialisasi yang digelar di Kecamatan Katingan Hilir, Kamis (18/9/2025).
Menurut Tony, perundungan dapat merusak masa depan anak-anak dan berdampak buruk pada perkembangan psikologi mereka. Apalagi, di era digital seperti sekarang ini, banyak kasus bullying yang langsung tersebar luas di media sosial, yang semakin memperburuk dampak psikologis korban. “Dampak bullying tidak hanya dirasakan oleh korban di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Hal ini semakin parah dengan adanya media sosial yang mempercepat penyebaran konten negatif,” tambah Tony.
Lebih lanjut, Tony menekankan pentingnya sosialisasi yang melibatkan narasumber dari Polres Katingan. Ia menganggap edukasi hukum kepada pelajar sangat krusial, agar mereka memahami akibat dari tindakan perundungan, baik secara sosial maupun hukum. “Melalui sosialisasi ini, pelajar diharapkan bisa lebih mengerti tentang bahaya bullying, serta memahami konsekuensi hukum yang bisa menjerat pelaku,” ungkapnya.
Sebagai anggota DPRD, Tony mengingatkan agar pelajar lebih fokus pada tugas utama mereka, yaitu menuntut ilmu dan mengembangkan diri melalui kegiatan positif. “Pelajar adalah penerus bangsa. Mereka harus bisa menjaga moral dan mental mereka, serta menjauhi hal-hal yang dapat merusak masa depan mereka, seperti perundungan dan perilaku negatif lainnya,” tegas Tony.
Tony berharap, dengan adanya sosialisasi ini, para pelajar tidak hanya mendapat pemahaman tentang bahaya bullying, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan positif. “Kita ingin generasi muda kita tumbuh dengan mental yang kuat, kreatif, dan penuh dengan semangat untuk mencapai cita-cita, bukan terbebani dengan masalah seperti bullying,” tambahnya.
Di sisi lain, Tony juga mengapresiasi peran Polres Katingan yang turut serta dalam sosialisasi tersebut. Kehadiran aparat kepolisian dianggapnya sangat penting untuk memberikan perspektif hukum yang jelas kepada pelajar, sehingga mereka sadar akan konsekuensi dari setiap tindakan mereka. “Dengan adanya Polres Katingan sebagai narasumber, pelajar bisa lebih memahami aspek hukum yang terkandung dalam perundungan, dan mudah-mudahan mereka bisa terhindar dari hal-hal negatif yang bisa merugikan diri mereka sendiri maupun orang lain,” ujar Tony.
Selain itu, Tony juga mengajak masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, termasuk di sekolah-sekolah. “Pendidikan yang baik tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga dari lingkungan sekitar, termasuk bagaimana kita bisa menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi para pelajar,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Tony mengimbau kepada pelajar untuk tetap semangat dalam menuntut ilmu dan berkarya, serta menghindari pengaruh buruk yang dapat merusak moral dan mental mereka. “Jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merusak. Fokuslah pada pendidikan dan berkarya untuk masa depan yang lebih baik,” pesan Tony. (Kawit)












