Siapkan Aparatur Hadapi Ancaman Siber dan SPBE, 80 ASN Kalteng Ikuti Pelatihan Literasi Digital

IST/BERITA SAMPIT - Prosesi Pengalungan Tanda Pengenal Peserta Pelatihan Literasi Digital Angkatan I dan II.

– Sebanyak 80 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan () mengikuti Pelatihan Literasi Digital selama empat hari.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk membekali aparatur dalam menghadapi ancaman siber sekaligus mendukung implementasi Sistem Berbasis Elektronik (SPBE).

Pelatihan Angkatan I dan II Tahun 2025 ini resmi dibuka di Aula Sei , Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalteng, , pada Senin, 1 Desember 2025.

Kepala BPSDM Provinsi Kalteng Nunu Andriani, dalam laporannya, menyampaikan bahwa program ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan ASN terhadap pemahaman digital yang semakin kompleks.

Ia menekankan, perkembangan teknologi memunculkan tuntutan baru bagi aparatur dalam menguasai perangkat, aplikasi, dan ekosistem digital .

“BPSDM menyesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan daripada ASN di tengah teknologi digital saat ini,” jelas Nunu.

Ia menambahkan, tujuan utama pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi digital, termasuk pemahaman terhadap perangkat, aplikasi, dan ekosistem digital yang digunakan dalam .

Nunu juga menjelaskan, penguatan kompetensi keamanan digital menjadi fokus penting, mencakup perlindungan data pribadi, keamanan informasi, dan mitigasi risiko siber.

“Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung implementasi Sistem Berbasis Elektronik (SPBE) serta agenda transformasi digital ,” tambahnya.

Staf Ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Hamka, secara simbolis membuka pelatihan tersebut. Ia menuturkan, pelatihan ini dirancang sebagai respons terhadap tuntutan birokrasi modern yang menuntut efisiensi, akuntabilitas, dan adaptabilitas terhadap perkembangan teknologi informasi. Peningkatan kompetensi digital, menurutnya, menjadi pilar penting dalam agenda reformasi birokrasi .

“Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir yang adaptif, kritis, dan profesional dalam memanfaatkan teknologi informasi,” ujar Hamka.

Pelatihan ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 1 hingga 4 Desember 2025, dengan total 30 jam pelatihan. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif, studi kasus, diskusi kelompok, serta praktik penyusunan rencana aksi.

(Syauqi)

baca juga ...  Bapenda Kalteng Hadiri Rakor Pembina Samsat Tingkat Nasional Tahun Anggaran 2025

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!