KUALA KAPUAS – Upaya mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TB) di lingkungan berisiko tinggi kembali dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) yang digelar di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kuala Kapuas. Selama dua hari, pemeriksaan intensif dilakukan kepada para tahanan, narapidana, dan anak binaan sebagai bagian dari Evaluasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Kegiatan ini berfokus pada skrining TB menggunakan pemeriksaan Rontgen Dada (X-Ray) untuk mendeteksi gejala atau indikasi penyakit secara lebih cepat. Dinas Kesehatan menggandeng Klinik Tirta Medica sebagai mitra pelayanan kesehatan agar proses skrining berjalan optimal dan sesuai standar medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, dr. H. Ahmad Haspiani, Jumat 5 Desember 2025, menegaskan bahwa lembaga pemasyarakatan termasuk kelompok dengan risiko penularan TB yang tinggi akibat kepadatan hunian. Ia menyebut skrining aktif sebagai strategi penting dalam memutus rantai penularan. “Dengan deteksi dini, kasus TB dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang dan tidak menular ke warga binaan lainnya,” jelasnya.
Sebanyak 435 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menjadi target pemeriksaan dalam kegiatan ini. Selain X-Ray, setiap peserta juga mendapatkan konsultasi kesehatan untuk memastikan tindak lanjut yang tepat, khususnya bagi mereka yang menunjukkan gejala atau gambaran radiologis yang mengarah pada TB.
Pihak Rutan Kelas IIB Kuala Kapuas turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan dan Klinik Tirta Medica. Mereka menilai kegiatan ini penting sebagai bagian dari perlindungan hak dasar warga binaan, terutama dalam hal kesehatan selama menjalani masa pembinaan.
Melalui skrining yang dilakukan secara aktif dan menyeluruh ini, Dinas Kesehatan Kapuas berharap angka penemuan dini TB dapat meningkat dan penanganan menjadi lebih cepat serta tepat sasaran. Langkah ini sekaligus mendukung target eliminasi TB di Kabupaten Kapuas dan memperkuat kesehatan masyarakat secara lebih luas. (ds)












