Gelombang Penolakan Road Race Sampit Makin Keras, Warga: Balap di Jalan Umum Sudah Ketinggalan Zaman!

IST/BERITASAMPIT - Tangkapan layar komentar warga terkait penolakan pelaksanaan Road Race di Taman Kota Sampit.

SAMPIT – Rencana penyelenggaraan Road Race di Taman Kota Sampit pada 13–14 Desember 2025 memicu gelombang penolakan besar dari publik. Warganet menilai penggunaan jalan umum sebagai arena balap sudah tidak relevan, bahkan dianggap mundur di tengah era modernisasi fasilitas . Kritik deras bermunculan usai unggahan mengenai keberatan dari Klinik Obor Terapung serta rumah ibadah di sekitar lokasi, Sabtu 6 Desember 2025.

Dalam kolom komentar Berita Sampit, sederet akun menumpahkan protes mereka. Akun Videos Viral menilai balapan motor di jalan umum tak lagi sesuai perkembangan zaman.

“Jaman sudah modern dan canggih, balap motor di Sampit masih di jalan umum,” tulisnya.

Akun Barokah Berkah juga meluapkan kekecewaannya kepada pemerintah daerah yang dinilai tidak memprioritaskan pembangunan infrastruktur pedesaan.
“Gak ada otak emang pemerintah ini. Coba pikirkan jalan itu yang diutamakan. Diaspal dulu semua jalan . Kalau sudah bagus semua, baru pas bikin acara event besar,” komentarnya.

Penolakan juga datang dari akun Fris yang menilai lokasi taman kota tidak layak menjadi arena balapan.
“Tidak usah adakan road race kalau di taman, tak ada gunanya sudah,” tegasnya.

Akun Wijanarko mempertanyakan aspek keselamatan penonton dan dampak kegiatan terhadap fasilitas publik di sekitar lokasi.
“Tidak aman bagi penonton road race di taman, dan mengganggu klinik. Hari Minggu orang lagi beribadah. Masa dari tahun 90-an di situ saja wadahnya,” tulisnya.

Sementara itu, akun Norman Ahmadi menyoroti keberadaan sirkuit yang sudah dibangun pemerintah namun tidak difungsikan.
“Betul. Ada fasilitas , ada orang sakit… dekat tempat ibadah juga. Terus bangun sirkuit di KM 6 itu untuk apa? Pakai duit siapa? Kalau nggak berfungsi, apa yang salah? Siapa perencananya?” kritiknya.

Akun lain, Hardi, menyampaikan bahwa prioritas utama seharusnya adalah kenyamanan dan pasien.
dan kenyamanan pasien lebih penting daripada road race yang cuma mengganggu layanan publik,” ucapnya.

Akun Sidi Iman Nur turut memberikan dukungan terhadap penolakan publik.
“Setuju… Masa melaksanakan event balap motor di dekat fasilitas dan rumah ibadah. Kasihan yang dirawat dan yang ibadah,” tulisnya.

Tak kalah tegas, akun Pembisik Hati Mu meminta pemerintah mengembalikan fungsi taman kota dan memanfaatkan sirkuit yang sudah tersedia.
“Utamakan pelayanan masyarakat. Jangan merubah fungsi taman menjadi tempat road race. Gunakan saja tempat balap di KM 6,” tulisnya.

Derasnya komentar penolakan dari masyarakat menunjukkan bahwa rencana penyelenggaraan Road Race di Taman Kota Sampit masih menjadi polemik, terlebih sudah ada surat larangan kegiatan keramaian di Jalan Yos Sudarso atau tepat didepan klinik tersebut. (Nardi)

baca juga ...  MPLS Sekolah Rakyat Kotim Dimulai, Diikuti 100 Siswa Digelar Dua Pekan

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!