SAMPIT – Menyambut arus mudik dan balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IIIB Sampit bergerak cepat menyiapkan operasi khusus demi memastikan layanan transportasi laut berjalan aman dan nyaman.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut KSOP Sampit, Muchlis, mengungkapkan seluruh persiapan telah dilakukan secara bertahap sejak pertengahan November, mulai dari penyusunan Rencana Operasi (Renop) hingga pengecekan ketat kesiapan kapal.
“RAMCEK ini memastikan kapal laik berlayar dan memenuhi aspek keselamatan sebelum melayani penumpang. Ini menjadi prioritas kami setiap tahun,” ujar Muchlis pada Rabu 10 Desember 2025.
Selain itu, pihaknya juga menggelar rapat persiapan dengan berbagai instansi terkait maupun stakeholder pelabuhan, seperti operator kapal, operator pelabuhan, hingga dinas teknis di daerah.
Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi lonjakan aktivitas tahunan.
Muchlis menyebutkan, pada 7 Desember lalu pimpinan KSOP juga menghadiri rapat koordinasi tingkat pusat yang melibatkan seluruh unsur perhubungan darat, udara, dan laut.
“Setelah rakor pusat, kami lanjutkan ke penyusunan detail Renop, termasuk kesiapan armada, prediksi jumlah penumpang, dan jadwal pelayaran,” jelasnya.
Ia mengungkapkan masa layanan angkutan laut Nataru ditetapkan mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, dengan total operasi selama 21 hari. Meski demikian, menurut Muchlis, potensi lonjakan penumpang di Pelabuhan Sampit tidak terlalu besar.
“Ini tahun ketiga saya di Sampit. Karena mayoritas masyarakat di sini muslim, kenaikannya tidak signifikan seperti di daerah timur Indonesia. Prediksi kami hanya sekitar 7 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.
Diketahui pada periode Nataru tahun lalu, jumlah penumpang tercatat 2.384 orang. Dengan prediksi kenaikan 7 persen, jumlah penumpang tahun ini diperkirakan masih berada di kisaran 2.100–2.200 orang.
Muchlis memastikan KSOP Sampit terus mengupdate informasi jadwal dan kesiapan pelayanan kepada calon penumpang.
“Kami selalu menginformasikan perkembangan operasional agar masyarakat bisa merencanakan perjalanan dengan baik,” pungkasnya.
(Utomo)












