PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Leonard S. Ampung, menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) perangkat daerah dalam menghasilkan pelaporan pembangunan yang lebih profesional dan berkualitas.
Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Pelaporan Kinerja Pelaksanaan Rencana Pembangunan di Aula Serbaguna Bapperida Provinsi Kalteng, Rabu, 10 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Leonard menyebut bahwa kemampuan SDM dalam memahami mekanisme pelaporan, mengelola data, hingga menyusun informasi capaian kinerja, menjadi faktor penentu keberhasilan proses perencanaan pembangunan.
Ia menilai peningkatan kapasitas aparatur harus dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas pelaporan sesuai standar yang ditetapkan.
“Pelaporan pembangunan tidak hanya soal mengisi dokumen, tetapi memerlukan pemahaman, ketelitian, dan kemampuan teknis yang memadai. Karena itu, penguatan kompetensi SDM sangat dibutuhkan,” tegas Leonard.
Ia menambahkan bahwa rakor ini merupakan momentum penting untuk memberikan pembekalan kepada perangkat daerah, sekaligus menyamakan pola kerja dalam penyusunan laporan pembangunan.
Menurutnya, ketika SDM memahami prosedur dengan baik, maka data capaian yang dihasilkan akan jauh lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Dengan pemahaman yang baik, kita berharap perangkat daerah mampu menyusun laporan yang benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan. Hal ini penting untuk memastikan setiap tahapan perencanaan berjalan efektif,” jelasnya.
Leonard juga menekankan bahwa peningkatan kapasitas SDM akan berdampak langsung pada kualitas evaluasi pembangunan.
Data yang tersusun rapi dan sesuai metodologi akan memudahkan pemerintah dalam menilai sejauh mana program dan kegiatan telah mencapai target yang tertuang dalam RPJMD, Renstra, RKPD, maupun Renja.
“SDM yang kompeten akan menghasilkan pelaporan yang lebih presisi. Ini akan mempengaruhi keseluruhan proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pengendalian, hingga evaluasi,” tambahnya.
Di akhir sambutan, Leonard berharap rakor ini dapat menjadi sarana transfer pengetahuan antarpeserta, sehingga setiap perangkat daerah mampu menerapkan standar pelaporan yang seragam dan profesional.
“Kita ingin semua perangkat daerah memiliki kapasitas yang sama dalam menyusun laporan. Dengan demikian, kualitas data semakin baik dan pembangunan daerah dapat diarahkan secara lebih tepat,” pungkasnya.
(Sya'ban)












