PALANGKA RAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya menekankan pentingnya penguatan kebijakan daerah untuk mencegah masuknya paham radikalisme dan ekstremisme, terutama yang sudah mulai menyentuh ruang-ruang publik dan generasi muda.
Ketua DPRD Palangka Raya Subandi mengatakan, langkah Pemerintah Kota dalam memperkuat peran pemuda lintas iman perlu diiringi strategi yang lebih terarah dan menyentuh akar persoalan. Mulai dari penguatan regulasi, edukasi digital, hingga sistem deteksi dini di masyarakat.
“Pemuda harus dibekali literasi digital, wawasan kebangsaan, dan kemampuan mengenali pola penyebaran ideologi ekstrem,” ucapnya, Rabu 10 Desember 2025.
DPRD, siap mendukung kebijakan yang memperkuat upaya pencegahan ekstremisme. Termasuk memastikan setiap program pemerintah benar-benar menyasar kelompok rawan terpapar, seperti pemuda dan komunitas yang aktif di dunia digital.
“Pemuda bukan hanya sasaran pembinaan, tetapi juga harus menjadi garda depan dalam menjaga harmoni sosial. Mereka bisa menjadi jembatan antarumat beragama, penguat toleransi, sekaligus pelopor dialog damai,” tambahnya.
Energi dan kreativitas pemuda dapat menggerakkan kampanye kebinekaan melalui kegiatan sosial, aksi kolaboratif, hingga edukasi publik yang membawa pesan anti-kekerasan. Ini penting agar ruang publik tetap sehat, inklusif, dan tidak terpengaruh narasi yang memicu perpecahan.
Selain itu juga mengingatkan bahwa Palangka Raya dibangun oleh keberagaman suku, budaya, agama, dan tradisi yang selama ini hidup harmonis. Nilai-nilai ini, kata dia, harus terus dijaga dan dirawat.
“Jangan sampai harmoni yang sudah terbentuk dirusak oleh narasi kebencian atau dendam yang bisa merusak struktur sosial,” ungkapnya. (yud)












