SAMPIT – Pihak RSUD dr Murjani Sampit membeberkan data terbaru terkait penanganan pasien yang diduga kasus intoksikasi atau keracunan yang menimpa satu keluarga di Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, Anggun Iman Hernawan mengatakan dari lima pasien yang ditangani, dua dinyatakan meninggal dunia, satu masih dalam perawatan intensif, dan dua lainnya telah pulih dan kembali ke rumah masing-masing.
Menurutnya, pihak rumah sakit hingga kini masih melakukan observasi dan pemantauan medis terhadap pasien yang masih menjalani perawatan.
“Dari lima pasien yang masuk ke rumah sakit, dua sudah meninggal, satu masih dirawat secara intensif di ruang ICU, dan dua lainnya sudah boleh pulang,” kata Anggun pada Sabtu 13 Desember 2025.
Balita Shazia Nur Mutiah Siregar (13 bulan), merupakan pasien pertama yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Murjani Sampit pada 7 Desember 2025 lalu pada pukul 19.30 WIB.
Balita tersebut mengalami gejala serius yang diduga akibat intoksikasi dan dinyatakan meninggal dunia di UGD pada 8 Desember 2025 pukul 04.05 WIB.
Sedangkan satu pasien yang hingga kini masih memerlukan perawatan intensif adalah Nur Azmya Aira, perempuan berusia 6 tahun 10 bulan. Ia dirawat di ruang ICU dan menurut pihak rumah sakit kondisinya masih dalam observasi ketat tim medis.
“Untuk Nur Azmya kondisi masih diawasi oleh tim dokter. Kami terus perhatikan perkembangan kesehatannya,” ujar Anggun.
Korban dewasa lainnya yang meninggal dunia adalah Fatmawati (44), yang sempat dirawat di ruang rawat inap Cempaka RSUD dr Murjani. Ia masuk rumah sakit pada 8 Desember 2025 dan meninggal pada 11 Desember 2025 pukul 19.40 WIB.
Sementara itu, dua pasien yang sudah diperbolehkan pulang adalah Ajudinur (46) dan Habibah (17).
Sedangkan Habibah, yang datang dalam keadaan hamil sempat menjalani perawatan di ruang Seruni. Ia berhasil melahirkan secara selamat di rumah sakit dan diperbolehkan pulang bersama bayinya pada 11 Desember 2025.
“Alhamdulillah ibu dan bayi dalam kondisi sehat sehingga dapat pulang,” ungkapnya.
Sementara untuk penyebab pasti kasus ini, rumah sakit menyerahkan sepenuhnya hasil pemeriksaan kepada pihak berwenang yang saat ini masih melakukan penyelidikan.
“Kami fokus pada upaya medis dan pemulihan pasien. Urusan penyebabnya masih diproses oleh instansi terkait,” pungkas Anggun.
(Utomo)












