SAMPIT – Komitmen Musim Mas Group melalui PT Globalindo Alam Perkasa (GAP) dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan melalui langkah konkret.
Bersama tiga perusahaan perkebunan kelapa sawit lainnya di bawah naungan grup tersebut, yakni PT Sukajadi Sawit Mekar (SSM) dan PT Maju Aneka Sawit (MAS), Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diselenggarakan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis 11 Desember 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap program pemerintah daerah dalam menekan risiko karhutla, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Otto Sihombing selaku Senior Estate Manager PT GAP menegaskan bahwa perusahaan memiliki komitmen kuat terhadap perlindungan lingkungan, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
“Komitmen tersebut kami wujudkan melalui kegiatan nyata, seperti sosialisasi dan pelaksanaan Program Masyarakat Bebas Api (MBA) yang telah kami jalankan sejak lama bersama desa–desa di sekitar wilayah operasional perusahaan,” ujarnya.
Menurut Otto, sosialisasi tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) Program Masyarakat Bebas Api bersama Desa Natai Baru, Bagendang Tengah, Kandan, Camba, Simpur, Soren dan Desa Palangan.
Ketujuh desa tersebut berkomitmen untuk menjaga wilayahnya tetap bebas dari praktik pembakaran hutan dan lahan.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari manajemen dan Tim Pemadam Kebakaran PT GAP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, BPBD Kotim, Dinas Damkar, Manggala Agni, BKSDA Pos Sampit, hingga unsur Forkopimcam Kota Besi dan Mentaya Hilir Utara, perangkat desa, tim MBA, tokoh adat, dan organisasi kemasyarakatan.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta diingatkan kembali akan dampak luas karhutla yang dapat mengganggu berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Asap karhutla dapat berdampak pada kesehatan, pendidikan, transportasi, aktivitas ekonomi, hingga kehidupan sosial. Selain itu, kami juga mengingatkan terkait sanksi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan,” jelas Otto.
Pihaknya juga menyatakan kesiapan untuk terus mendukung pemerintah desa dalam upaya pencegahan karhutla, baik melalui edukasi, pelatihan penanganan karhutla, maupun bantuan sarana dan prasarana pendukung. “Kami kembali memperpanjang kerjasama program MBA dengan desa–desa sekitar perusahaan. Komitmen ini bertujuan memastikan wilayah desa tetap bebas api dan tidak terjadi kebakaran hutan maupun lahan,” tambahnya.
Otto juga mengapresiasi desa–desa mitra yang dinilai berhasil menjaga wilayahnya dari kejadian karhutla, khususnya selama satu tahun terakhir masa kerja sama Program MBA.
Sementara itu, Camat Kota Besi M Huzaifah memberikan apresiasi atas konsistensi PT GAP dalam membantu pemerintah daerah mencegah dan menanggulangi karhutla.
“Sinergi ini patut diapresiasi. Kepedulian perusahaan dan semangat desa–desa sekitar menjadi contoh baik bagi perusahaan lain untuk menjalin kerja sama serupa,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Palangan Anastasius Delik. Ia menilai komitmen PT GAP dalam menjaga lingkungan, khususnya melalui sosialisasi karhutla yang rutin dilaksanakan setiap tahun, layak menjadi teladan bagi perusahaan lain di Kotim.
“Pada prinsipnya, Pemerintah Desa Palangan sangat mendukung program penanggulangan karhutla yang dijalankan perusahaan di bawah naungan Musim Mas Group,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotim, Multazam, juga mengapresiasi langkah cepat PT SSM, PT MAS, dan PT GAP dalam menggelar sosialisasi dan simulasi penanggulangan karhutla.
Menurutnya, inisiatif tersebut sangat membantu kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi ancaman karhutla.
“Ini merupakan upaya nyata dunia usaha dalam mendukung pencegahan karhutla sebagai langkah antisipasi dini,” tegasnya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan yang dilakukan perusahaan sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Kotim dalam menghadapi musim kemarau dan potensi karhutla tahun 2026.
“Pemerintah tidak akan mampu bekerja optimal tanpa dukungan masyarakat dan dunia usaha. Pencegahan karhutla adalah tanggung jawab bersama,” tambah Multazam.
Dari sisi penegakan hukum, Polsek Kota Besi melalui Ipda Nor Ikhsan menegaskan dukungan seluruh unsur pemerintah terhadap program yang menyuarakan larangan pembakaran hutan dan lahan.
“Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini dan menekankan konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.(Jimmy/Adv)












