SAMPIT – Tim Terpadu Satuan Tugas (Satgas) Anti Premanisme dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Bermasalah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan keberadaan satgas sekaligus menegaskan komitmen negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sekretaris Kesbangpol Kotim, Eddy Hidayat Setiadi, mengatakan bahwa pada kegiatan sosialisasi tersebut dikerahkan sebanyak 60 personel yang tergabung dalam satgas. Personel kemudian dibagi menjadi dua tim untuk menjangkau sejumlah titik strategis.
“Dua tim ini kami turunkan ke empat lokasi SPBU di Kotim. Tim pertama melaksanakan sosialisasi di SPBU Jalan HM Arsyad dan SPBU Pelita, sementara tim kedua menyasar SPBU Samekto dan SPBU Sudirman,” ujarnya.
Eddy menegaskan, kegiatan yang dilakukan murni bersifat sosialisasi dan tidak disertai dengan tindakan penegakan hukum.
Tujuannya adalah agar masyarakat mengetahui bahwa di Kotim telah dibentuk Satgas Anti Premanisme dan Ormas Bermasalah.
“Kami ingin masyarakat secara luas mengetahui bahwa negara hadir. Tidak boleh ada praktik premanisme, aksi kekerasan, maupun intimidasi terhadap warga di Kotim,” tegasnya.
Ia berharap, dengan keberadaan satgas ini dapat dilakukan upaya pencegahan dan penekanan sejak dini terhadap potensi gangguan keamanan, sehingga situasi kondusif di Kotim dapat terus terjaga.
Dalam pelaksanaannya, satgas juga didukung oleh unsur intelijen yang berperan memberikan informasi dan masukan terkait lokasi-lokasi yang perlu dilakukan sosialisasi maupun pengawasan.
“Ke depan, pengawasan akan terus kami lakukan. Jika ditemukan adanya praktik premanisme, tentu akan kami tindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan diserahkan kepada penegak hukum yang berwenang,” jelas Eddy.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pada tahap awal ini satgas lebih mengedepankan pendekatan persuasif melalui sosialisasi.
Masyarakat pun diimbau untuk berperan aktif dengan segera melaporkan kepada satgas apabila mengetahui atau mengalami tindakan premanisme di lingkungannya.
“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan agar keamanan dan ketertiban di Kotim dapat terjaga bersama,” pungkasnya.
(Jimmy)












