SAMPIT – Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan pengemudi, termasuk tes urine, serta uji kelaikan kendaraan angkutan umum menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan potensi kecelakaan selama puncak arus mudik dan balik.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Rinie Anderson, dirinya bersama sejumlah anggota dewan telah meninjau kesiapan pelabuhan, terminal, dan posko terpadu bersama instansi terkait.
Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya pada sarana prasarana, tetapi juga harus menyentuh faktor keselamatan pengemudi.
“Yang perlu diperhatikan bukan hanya armadanya, tapi juga kondisi sopir. Tes kesehatan dan tes urine penting dilakukan agar pengemudi benar-benar fit dan tidak dalam pengaruh zat berbahaya saat membawa penumpang,” kata Rinie, Sabtu 20 Desember 2025.
Kendaraan angkutan yang beroperasi selama Nataru wajib dipastikan laik jalan. Pemeriksaan rem, ban, lampu, hingga kelengkapan administrasi harus dilakukan secara menyeluruh oleh Dinas Perhubungan bersama instansi gabungan.
Komisi IV menilai keberadaan posko Nataru di terminal, pelabuhan, bandara, serta titik-titik strategis lainnya sangat efektif untuk memantau pergerakan penumpang sekaligus melakukan pengawasan langsung terhadap armada dan pengemudi.
“Ini menjadi tugas Dishub bersama aparat terkait untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan lancar. Masyarakat harus merasa nyaman dan terlindungi saat bepergian,” ujarnya.
DPRD mengapresiasi kesiapan posko serta koordinasi lintas sektor yang telah dilakukan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat jelang akhir tahun.
Dengan pengawasan ketat terhadap kendaraan dan pengemudi, Komisi IV DPRD Kotim berharap pelaksanaan angkutan Nataru tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan minim risiko kecelakaan. (nardi)












