Cuaca Ekstrem, DPRD Kotim Minta Pemerintah Daerah Rapikan Pohon Besar Rawan Tumbang

IST/BERITASAMPIT - Petugas saat membersihan pohon tumbang di Jalan Walter Condrad Sampit usai diterjang angin kencang

SAMPIT – Anggota Fraksi PAN DPRD Kabupaten Timur (Kotim) Eddy Mashami menyampaikan harus ada antispasi dari kejadian cuaca ekstrem yang menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan bangunan sekolah di Kota Sampit, Minggu 21 Desember 2025 sore. 

Ia menegaskan pemerintah daerah sudah seharusnya lebih serius melakukan penataan dan perapian pohon-pohon besar di sepanjang jalan utama kota.

Menurut Eddy, langkah pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan setelah musibah terjadi. Ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak menunggu sampai adanya korban jiwa baru bertindak, terlebih di penghujung tahun 2025 ini kondisi cuaca dinilai kurang bersahabat.

“Sudah seharusnya pemerintah daerah merapikan pohon besar yang tumbuh di kiri kanan jalan utama Kota Sampit, mengingat cuaca yang kurang baik. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa baru bertindak,” tegas Eddy, Minggu 21 Desember 2025.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, pada sore hari kejadian setidaknya sudah terdapat sejumlah pohon tumbang di Jalan Walter Condrad dan titik lainnya, bahkan atap SMP Negeri 1 Sampit yang masih dibangun terbang hingga ke atas bangunan SMP Negeri 2 Sampit, hal tersebut dinilai menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah.

Tidak hanya kali ini cuaca ekstrem melanda Kotim dan sejumlah pohon juga tumbang, sehingga jangan sampai kejadian ini terus terulang.

Eddy menilai, dengan kondisi cuaca ekstrem yang kerap disertai angin kencang dan hujan lebat, pohon-pohon besar yang tidak terawat menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, langkah-langkah preventif harus segera dilakukan melalui instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup.

Ia memaparkan beberapa alasan mendesak perlunya penataan pohon. Dari sisi keamanan publik, pemangkasan dapat mengurangi beban dahan agar tidak mudah patah atau tumbang saat diterjang angin kencang. Selain itu, pohon yang terlalu rimbun juga dapat mengganggu visibilitas jalan.

baca juga ...  Anggota DPRD Kotim Dapil V Sebut Solusi Jangka Pendek Jalan Mentaya Hulu Akan Diperbaiki Melibatkan Perusahaan Swasta

“Pohon yang tidak tertata sering menutupi lampu penerangan jalan umum dan rambu lalu lintas. Ini sangat berbahaya, apalagi di malam hari atau saat hujan deras,” ujarnya.

Tak hanya itu, Eddy juga mengingatkan dampak pohon besar terhadap infrastruktur. Akar pohon yang tidak terkontrol dapat merusak trotoar dan berpotensi membahayakan jaringan kabel listrik di sekitarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif melaporkan kondisi pohon yang membahayakan. Warga dapat memanfaatkan media sosial resmi Pemerintah Kabupaten Timur, aplikasi SP4N-LAPOR!, maupun melalui koordinasi RT dan RW setempat agar laporan dapat ditindaklanjuti lebih cepat.

“Semoga pihak berwenang di Sampit khususnya dan Kabupaten Timur pada umumnya segera mengambil langkah nyata. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!