10 Bulan Dua Hari Pimpin Kalteng, Gubernur Agustiar Sabran Akui Banyak Suka dan Duka

IST/BERITA SAMPIT - Susana pertemuan Gubernur Dan Wakil Gubernur Kalteng bersma insan pers di Rujab Gubernur.

– Gubernur (Kalteng) Agustiar Sabran mengungkapkan berbagai suka dan duka selama 10 bulan dua hari memimpin Kalteng bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo sejak dilantik pada 20 Februari 2025.

Agustiar menyebutkan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi di masa kepemimpinannya adalah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak signifikan terhadap keuangan daerah.

“Kami juga selama 10 bulan dua hari, banyak suka duka yang kami lalui dengan Pak Wagub. Contohnya tentang anggaran yang mulanya Rp10, 4 triliun 2025 setengah perjalanan efisiensi sampai di angka Rp5,3 triliun, hampir 50%,” kata Agustiar saat bertemu insan pers di Rumah jabatannya, Senin, 22 Desember 2025 malam.

Agustiar mengatakan, dari total APBD 2026 sebesar Rp5,3 triliun tersebut, belum termasuk dana transfer ke kabupaten dan kota.

“Selain itu Rp5,3 triliun anggaran APBD 2026 itu belum transfer ke daerah untuk kabupaten/kota, ada Rp 1,2 triliun kalau enggak salah. Kalau dihitung (sisa) Rp 4,1 triliu,” katanya.

Agustiar juga membandingkan kondisi fiskal saat ini dengan masa transisi pada 2016. Menurutnya, pada saat transisi dari Gubernur Teras Narang ke Gubernur Sugianto Sabran, APBD Kalteng berada di angka sekitar Rp3,4 triliun.

“Kalau dihitung inflasi jauh besar (anggara) dari pada Pak Teras tahun 2016. Belum lagi kemarin harga minyak dan beras mahal. Kalau dihitung dari segitu, besar punya (anggaran) Pak Teras dulu,” ucapnya.

Meski demikian, Agustiar menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan keharmonisan di lingkungan daerah agar tantangan tersebut dapat dihadapi bersama.

“Kalau kita tidak guyub rukun pemerintah daerah ini dengan nilai anggaran seperti itu masyarakat melihatnya anteng-anteng aja saya lihat, kalau mengeluh, mengeluh juga gitu kan. Saya ingin bicara ke depan ini tantangan, dibalik sesuatu pasti ada hikmahnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebijakan efisiensi tetap dilakukan dengan mengedepankan aturan dan mekanisme yang berlaku.

“Kami juga mengefisiensi tapi namanya menjalankan roda organisasi berdasarkan konstitusi tidak bisa sembarangan, ada pijakankan ada perda pergub. Mengeluarkan uang itu tidak sembarangan. Tapi biasanya yang pahit-pahit itu juga vitamin,” ujarnya.

Di balik berbagai tantangan tersebut, Agustiar menyebut ada kebahagiaan tersendiri dalam mengemban amanah sebagai kepala daerah.

“Sukanya apa, tentunya dengan begini kan bisa berbuat untuk orang banyak, itu aja intinya,” katanya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada awak media yang mengawal program pemerintahannya dan membersamai kepemimpinannya.

“Tentunya tidak terlepas dari bapak ibu semua yang mengawal kami, membersamai kami,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Herson B. Aden: Air Bersih dan Sanitasi Aman Jadi Kunci Kualitas Hidup Masyarakat
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!