SAMPIT – Posko relawan di kawasan Sampit Kilometer 6 disiapkan sebagai rest area bagi pemudik dan jemaah Haul Abah Guru Sekumpul yang melintas menuju berbagai daerah, dan seiring meningkatnya arus kendaraan jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Ketua Relawan Posko Sampit Km 6, Sufriadi, mengatakan posko mulai beroperasi sejak Selasa pagi. Dibuka lebih awal setelah relawan mencatat tingginya jumlah kendaraan yang singgah di lokasi tersebut. Pada Senin sebelumnya, hampir 70 unit kendaraan tercatat melintas dan berhenti di kawasan itu.
“Kendaraan yang singgah berasal dari berbagai daerah, mulai dari Kalimantan Barat, Lamandau, sampai Sukamara. Melihat kondisi itu, kami langsung berkoordinasi dan sepakat membuka posko mulai Selasa pagi,” ujarnya, Jumat 26 Desember 2025
Ia menjelaskan, data tersebut diperoleh langsung dari laporan para pengguna jalan yang singgah. Saat itu, kondisi posko belum sepenuhnya siap karena dapur logistik belum terkoordinasi.
“Waktu itu kami belum bisa menyajikan makanan, hanya teh dan kue. Tapi dari situ kami tahu arus kendaraan sudah cukup ramai,” katanya.
Seiring berjalannya waktu, layanan posko mulai dilengkapi. Sejak Kamis, relawan sudah mulai menyediakan makanan bagi para pengunjung. Posko ini direncanakan beroperasi hingga 29 Desember 2025, selama ketersediaan logistik masih mencukupi.
“Mulai hari ini makanan sudah tersedia. Insya Allah posko tetap buka sampai tanggal 29, selama logistik memadai,” ucap Sufriadi.
Ia menegaskan seluruh layanan yang disediakan di posko bersifat gratis, mulai dari makanan dan minuman, jaringan wifi, pelayanan kesehatan, hingga fasilitas MCK dan tempat ibadah. “Semuanya gratis, tidak dipungut biaya apa pun,” tegasnya.
Menu yang disajikan pun beragam, di antaranya ketupat kandangan, rawon, sop, bakso, hingga nasi mandi dan nasi samin. Seluruh hidangan tersebut berasal dari sumbangan masyarakat Kota Sampit dan sekitarnya.
Posko Relawan Sampit Km 6 beroperasi selama 24 jam. Bahkan pada Rabu lalu, sejumlah pengunjung asal Kalimantan Barat sempat bermalam sebelum melanjutkan perjalanan ke Sekumpul Kalimantan Selatan keesokan harinya.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin relawan yang telah dilaksanakan sejak 2018. Meski sempat terhenti saat pandemi Covid-19, kegiatan kembali dilanjutkan hingga tahun ini dengan melibatkan 98 relawan.
“Motivasi kami sederhana, ingin meringankan perjalanan saudara-saudara kita yang datang dari jauh agar bisa singgah dan beristirahat dengan aman,” pungkas Sufriadi. (nardi)












